Si Kancil dan Si Kura-kura - Blog Pak Yogi

Si Kancil dan Si Kura-kura


https://www.munawirsuprayogi.com/2018/03/si-kancil-dan-si-kura-kura.html
Disebuah hutan yang kaya akan makanan hiduplah seekor Kancil yang pintar dengan seribu akal siasatnya tapi sombong. Pagi itu Si Kancil bangun dari tidurnya dan mulai makan buah-buahan yang ada di sekelilingnya.

"Hemm enak sekali nasib hidupku ini, bangun tidur kuterus makan tidak lupa memakan lagi, habis makan kuterus mandi main-mainin Si Kura mandi". Ternyata sudah menjadi kebiasaan sehari-hari bagi Si Kancil menertawai dan merendahkan Si Kura-kura.

Bergegaslah Si Kancil menuju sungai dan sambil bergumam didalam hatinya.

"Dasar Kura-kura lambat dan penakut. Di hutan ini akulah raja rimba yang sebenarnya, Singa hanya tahu bagaimana berburu, Buaya hanya buas ketika di dalam air, dan aku punya seribu akal untuk berburu dan bersiasat diseluruh hutan ini. Jadi akulah sang raja rimba yang sebenarnya. Mau menyebrangi sungai tidak perlu buat jembatan. Cukup Si Buaya-buaya goblog yang berbaris. Mau mengusir Si Kerbau cukup panggil Si Singa untuk menakutinya".

Setibanya di sungai Si Kancil mulai mandi dan bermain air. Disela-sela mandinya Si Kancil melihat Si Kura-kura yang sedang mencari makanan di tepi sungai.

"Wow,Kura-kura lagi nyari makanan ya? Kok, lambat". Teriakan Si Kancil kepada Kura-kura dan mulai menghampiri Si Kura-kura.

"Eh, kamu Si kancil. Selamat pagi, semoga sehat selalu" ujar Si Kura-kura dengan lemah lembut dan keluguhannya.

"Pagi?. Sudah siang kale. Ternyata jam kamu memang lebih lambat dan jam aku jauh lebih cepat" sahut Si Kancil.

Dan Si Kura-kurapun kebingungan dengan keluguhan hatinya melihat tangannya sendiri "saya tidak memakai jam loh" kata Si Kura-kura.

"Hemm dasar lambat. Sudah lambat begok lagi" sahut Si Kancil.

Si Kancil dengan kesombongan hatinya mulai mencari rencana untuk menggoda Si Kura-kura. "Oh yah, Si Kura-kura yang baik hati dan sopan bolekah saya minta tolong ambilkan buah yang ada di sebrang sungai sana" kata Si kancil, ternyata Si Kancil mulai dapat ide untuk mengerjai Si Kura-kura.

"Yang benar saja kamu Kancil. Buah itu jauh sekali mana mungkin saya bisa mengambilnya ditambah lagi sungai ini lebar dan ada buayanya" sahut Si Kura-kura.

"Oh gitu ya" sahut Si Kancil sambil mencibir Si Kura-kura.

"Makanya jadi Binatang itu yang cekatan jangan lambat, letoi, begok lagi. Pakai dong akal kamu Si Kura-kura yang baik hati dan tidak sombong".

Si Kura-kurapun meundukkan kepalanya dan mulai bersedih dan menyesali diri atas keadaan bentuk tubuhnya. Sementara Si Kancil mulai bangga karena sudah membuat hati Si Kura-kura bersedih.

"Kuk geluk kok, kuk geluk kok". Ternyata Si Perkutut tiba dan menyapa Si Kancil dan Si Kura-kura "Selamat pagi semuanya, semoga baik-baik saja dan selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa".

"Selamat pagi juga wahai teman, semoga perlindungan juga menyertaimu" sahut Si Kura-kura.

"Amin" sahut Si Kancil sambil memalingkan wajahnya.

"Teman-teman sekalian saya mau menyampaikan informasi nih" Kata Si Perkutut.

"Informasi apa Tut ?" Tanya Si Kura-kura.

"Bulan depan kan bulan agustus. Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan negara kita Indonesia Raja rimba mau mengadakan perlombaan" kata Si Perkutut.

"17 agustus 1945. Sang proklamator kita Ir. Soekarno dan wakilnya Mohammad Hatta membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia terhadap penjajahan bangsa asing di Negara kita" sahut Si Kura-kura dengan semangat.

"Wah perlombaan apa?" Tanya Si kancil.

"Pelombaan balapan lari" sahut Si Perkutut.

"Hem pasti saya yang jadi pemenangnnya" kata Si Kancil.
"Jangan sombong begitu Cil. Tidak baik" kata Si Kura-kura.

"Memang aku selalu jadi yang tercepat kok, buktinya tahun lalu aku jadi juaranya" sahut Si Kancil dengan nada nyaring.

"Sudah jangan meributkan yang belum terjadi. Lebih baik kalian berlatih dulu dengan tekun dan keras untuk menyiapkan diri kalian diperlombaan nanti" kata Si Perkutut.

"Tapi kenyataannya tahun lalu seperti itukan Si Perkutut? saya sebagai juaranya" sahut Si Kancil. Dan Si Kancilpun mulai menyusun siasat lagi untuk menunjukkan kehebatannya atas kebenaran omongannya.

"Bagaimana kalau kita langsung latihan sekarang?. Ya, hitung-hitung sambil mencari keringatlah. Lihat di sebrang sungai itu ada buah apel. Bagaai mana kalau kita adu cepat mengambil buah apel itu?." Kata si kancil.

"Oke siapa takut" Sahut Si Perkutut. "Sekarang?" Tanya Si Kura-kura.

"Ya iyalah, masa tahun depan" sahut Si Kancil sambil tertawa lebar.

"Kita mulai start di garis ini, lalu dengan hitungan 1 2 3 kita mulai berlari mengambil buah apel yang ada di sebrang sungai sana" lanjut Si Kancil.

Berjajarlah mereka bertiga di garis tepi sungai itu. Si Kancil berada ditengah antara Si Kura-kura dan Si Perkutut. "Satu, dua, ...." teriakan Si Kancil menghitung aba-aba perlombaan.

Namun siapa yang menyangka sebelum Si Kancil sampai hitungan ketiga terdengarlah bunyi yang sangat keras dan beruntun "DOR, DOR, DOR" ternyata itu adalah bunyi senapan TNI yang sedang latihan. Hingga datanglah serdadu para prajurit di tepi sungai itu, "DOR, DOR, DOR" bunyi senapan. Seketika itu Si Kancil berlari menjauh dari arah sungai dan mulai bersembunyi di semak-semak rerumputan.

"Aduh, ini serdadu TNI kenapa datangnya tiba-tiba, semoga mereka tidak mengetahui keberadaanku" kata Si Kancil didalam hatinya sambil gemetaran ketakutan. Sementara itu Si Perkutut entah kemana terbangnya. Si Kura-kura dengan gayanya yang lambat mau tidak mau harus sembunyi didalam rumahnya.

"Mudah mudahan para serdadu TNI itu tidak memakan saya" kata Si Kura-kura yang bersembunyi didalam rumahnya.

Beberapa saat kemudian suara senapan tidak lagi terdengar. Sunyi dan sepi tidak ada suara teriakan serdadu TNI. Si Kura-kura mulai mengintip keadaan diluar.

"sudah sepi, sepertinya para serdadu sudah pergi" kata Si Kura-kura. Dan mulai pelan-pelan mengeluarkan kepalanya. Melihat ke kanan dan melihat ke kiri sepi Si Kancil tidak ada, sunyi Si Perkututpun tidak ada.

"Kemana mereka berdua ya?" Kata Si Kancil dengan nada lugunya. Tidak lama kemudian terdengar suara "Woe, woe, woe" teriakan Si Kancil dari sebrang sungai.

"Hoe, Kancil saya disini, di sebrang sungai. Ternyata memang benar kamu adalah juaranya. Langsung ambil saja buah apelnya, saya tunggu kamu disini" teriakan Si Kura-kura.

"Woe Kura-kura, buah apelnya di atas kamu. Kamu sudah menyebrangi sungainya" sahut teriakan Si Kancil. Langsung melihatlah Si Kura-kura ke atas dan melihat buah apel itu berada tepat di atasnya.

Ternyata waktu kedatangannya serdadu TNI yang latihan tadi, tubuh Si Kura-kura dibawa salah satu Prajurit ke sebrang sungai. "Pantas sekali tadi ada gempa bumi, ternyata tubuh saya dibawa Mas Prajurit ke sebrang sungai sini. Terimakasih ya Mas Prajurit" kata Si Kura-kura dengan senyum-senyum sendiri mengucapkan rasa terimakasih kepada Prajurit yang membawanya. Lalu dipetiklah buah apel itu oleh Si Kura-kura dan membawanya ke sebrang sungai mendekati temannya Si Kancil.

(Selesai).

Pelajaran Cerita yang bisa kita petik di atas adalah:

  1. Kita tidak sepatutnya menyombongkan kepintaran kita. 
  2. Selalu ada pertolongan bagi mahluk yang lemah. 
  3. Keberuntungan selalu berpihak bagi mahluk yang ramah dan baik prilakunya.

DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar