5 Teori Perkembangan Manusia - Blog Pak Yogi

5 Teori Perkembangan Manusia

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/04/5-teori-perkembangan-manusia.htmlManusia itu mahluk yang unik dan kompleks. Tidak akan ada habisnya untuk dibicarakannya. Ketika kita akan memahami sifat dan karakter seseorang maka bersiap-siaplah untuk menyediakan lembaran-lembaran kertas yang banyak, bahkan buku segudangpun tak akan cukup untuk mencatatnya.

Setiap idividu selalu berbeda, baik dari segi sifat, karakter, perkembangan maupun pertumbuhannya. Meski seseorang terlahir sebagai kembar identik, pasti ada sesuatu yang membedakannya, entah itu dari segi sifat, karakter, salah satu fisik dan bahkan dari segi masa pertumbuhan serta perkembangannya.

Suatu saat manusia bisa gembira karena hadiah dan juga bisa menangis karena duka. Bisa berpura-pura bersedih dan bisa berpura-pura bersenang. Bisa meletakkan kebahagiaan didalam kesedihannya dan bisa berpura-pura bersedih didalam kegembiraannya. Manusia bisa saja jujur dan juga bisa berbohong. Manusia itu super jenius beda dengan mahluk yang lain.

Ketika suatu cara bisa berhasil untuk mengatasi permasalahan di tempat A, namun begitu dihadapkan dengan tempat B terntyata cara tersebut kurang pas bahkan gagal. Ketika suatu cara mampu mengarahkan seorang A untuk mengembangkan kecerdasannya, namun begitu dihadapkannya cara tersebut dengan seorang B hasilnya gagal total. Sehigga hal tersebut menimbulkan pertanyaan “Ada Apa Dengan Manusia?”.

Contoh permasalahannya.
  1. Kondisi fisik dan psikis anak usia TK berbeda dengan kondisi fisik dan psikis anak usia SD
  2. Kondisi fisik dan psikis anak TK berbeda dengan kondisi fisik dan psikis anak seusianya.
  3. Pertumbuhan fisik dan psikis seseorang anatar individu berbeda.
  4. Perkembangan fisik dan psikis seseorang antar individu tidaklah sama.
FISIK/JASMANIAH MELIPUTI KEKUATAN, KELINCAHAN, KEBUGARAN, KAPASITAS ORGAN TUBUH DAN LAIN SEJENISNYA.
PSIKIS/ROHANIAH MELIPUTI PERASAAN, MENTAL, SIKAP, PANDANGAN HIDUP DAN LAIN SEJENISNYA.


Berikut 5 Teori Perkembangan Manusia

1. Teori NaTivisme

Pembawaan adalah arti dari nativisme. Teori ini berpendapat bahwa hanya bakat/pembawaan yang mutlak mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan seseorang. Bakat tidak bisa dipengaruhi oleh faktor luar/lingkungan. Dengan adanya pandangan tersebut teori ini sangat pesimis terhadap pengaruh pendidikan.
Contoh.  
  • Jika anak tidak mempunyai bakat bermain sepak bola, maka anak tersebut tidak mungkin bisa dididik untuk profesional menjadi pemain sepak bola.
  • Jika anak tidak mempunyai bakat bernyanyi/suara yang merdu, maka tidaklah mungkin diharapkan sebagai penyanyi profesional.
BAKAT ADALAH KEAHLIAN (KEMAMPUAN KHUSUS) SESEORANG YANG DIDAPAT SEMENJAK DARI LAHIR


2. Teori empirisme

Teori ini berpendapat bahwa manusia tidak memiliki pembawaan/bakat. Seluruh perkembangan hidup manusia semata-mata ditentukan oleh faktor luar/lingkungan (masyarakat/keluarga/sekolahan).
Anak yang terlahir seperti kertas putih yang belum ada coretannya sama sekali, kertas itu nantinya tergantung dari orang yang menulisnya (John Lucke).

Contoh.
  • Seseorang untuk menjadi penyanyi maka harus diberi pendidikan menyanyi, tanpa diberi pendidikan menyanyi tersebut maka seseorang tidak akan berhasil menjadi penyanyi meskipun anak tersebut tidak mempunyai bakat penyanyi.
  • Meskipun seseorang terlahir tidak memiliki bakat bermain sepak bola, tapi dengan adanya didikan tentang sepak bola maka anak tersebut akan berhasil untuk menjadi pesepakbola profesional.
TEORI INI SANGAT OPTIMIS TERHADAP PENGARUH LUAR/PENDIDIKAN. TOKOH YANG SANGAT SEPENDAPAT DENGAN TEORI INI ADALAH WATSON


3. Teori naturalisme

Menurut teori ini pada dasarnya manusia adalah baik, manusia menjadi buruk dan jahat karena pengaruh kebudayaan. Menurut teori ini pendidikan yang baik adalah dengan cara memberikan kebebasan kepada anak dalam masa perkembangan sesuai dengan kodratnya. Teori ini menganjurkan seseorang untuk menyendiri, kembali ke alam, serta menjahui lingkungan. Hal tersebut untuk menghindari dari faktor budaya yang akan membuat buruk masa depannya.

Contoh.
  • Faktor luar (lingkungan/keluarga/sekolahan) harus memberi kebebasan kepada anak untuk mengembangkan dirinya sesuai atas kodratnya.
  • Perkembangan kematangan seseorang diharapkan berjalan sesuai apa adanya tanpa harus mendapat tekanan dan gesekan dari faktor luar.

4. Teori rekapitulasi

Teori ini mengatakan bahwa perkembangan jiwa seseorang merupakan ulangan dari perkembangan jiwa seseorang sebelumnya. Maksudnya perkembangan kematangan jiwa seseorang adalah perkembangan jiwa dari moyangnya/orang sebelumnya. Dan hal tersebut akan terus berulang dengan manusia selanjutnya/keturunannya. Selanjutnya fase tersebutpun akan berulang kembali dari masa perkembangannya. Adapaun fasenya yaitu sebagai berikut ;
  1. Masa berburu diantara contoh kegiatannya seperti menangkap binatang, bermain perang-perangan, dan lain sejenisnya. Adapun usianya antara 0 tahun sampai dengan 8 tahun.
  2. Masa pengembala diantara contoh kegiatannya seperti seseorang senang memelihara apa yang dia punya (memelihara hewan dan lain sejenisnya). Adapun usianya antara 8 tahun sampai dengan 10 tahun.
  3. Masa petani diantara contoh kegiatannya seperti suka berkebun (memelihara dan menanam tanaman). Adapun usianya antara 10 tahun sampai dengan 12 tahun.
  4. Masa pedagang diantara contoh kegiatannya seperti gemar bermain pasar-pasaran, bertukar barang koleksi (boneka, pedang-pedangan, dan lain sejenisnya). Adapun usianya antara 12 tahun sampai dengan 14 tahun.
  5. Masa industri diantara contoh kegiatannya seperti sesorang mulai mencoba berkarya sendiri (membuat mainan dan lain sejenisnya). Adapun usianya antara 14 tahun sampai dengan 18 tahun.
  6. Umur 18 tahun dan selanjutnya fasenya kembali lagi dari awal.

Teori ini menimbulkan adanya pandangan bahwa perkembangan seseorang berkembang secara berturut-turut dalam waktu tertentu.


    5. Teori konvergensi

    Teori ini berpendapat bahwa manusia dalam perkembangan hidupnya dipengaruhi oleh bakat/pembawaan dan sekaligus dipengaruhi oleh lingkungan (keluarga dan sekolahan). Dilanjutkannya bahwa manusia semenjak dari lahir sudah memiliki benih-benih tertentu, yang mana benih-benih tersebut tergantung dari lingkungannya yang mengembangkan. Seperti misalnya (kita ibaratkan dengan tanaman padi), selain pemilihan bibit unggul kita juga diharuskan mempertimbangkan faktor tanah, iklim dan perawatannya untuk menghasilkan panen yang besar dari tanaman padi.

    Dengan adanya perbedaan-perbedaan teori diatas maka perkembangan seseorang mempunyai periode-periode tertentu dan tidak mempunyai batasan yang tegas. Dalam artian karena keunikan dan kompleksnya manusia sampai saat ini belum ditemukannya teori yang pasti tentang perkembangannya ( para ahli masih dalam perdebatan).

    Kesimpulan dan Saran

    1. Pada dasarnya setiap manusia mempunyai bakat, namun bakat seseorang tidaklah sama. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh dua faktor, diantaranya ; faktor luar/extern (lingkungan/keluarga/sekolahan) dan faktor dalam/intern (minat dan kecerdasan seseorang).
    2. Secara teoritis mungkin kita dapat mengelompokkan perkembangan manusia sesuai periodenya, meski hal tersebut tidak bisa kita pastikan keberhasilannya. Namun demikian dalam segi praktiknya periodesasi perkembangan sangatlah penting, karena kemungkinan mendapatkan gambaran-gambaran yang bisa kita buat sebagai acuan dalam mengatasi permasalahan tersebut.
    3. Percayalah dengan ketulusan hati serta do’a kita pasti bisa membimbing mereka untuk mendapatka prestasi.
    DMCA.com Protection Status

    Posting Komentar

    2 Komentar

    1. Ini materi kuliahan ya Mz, bacanya bikin puyeng 😵

      BalasHapus
    2. Bisa juga mbak.. soalanya buku referensinya saya dapat di ruang perpustakaan sekolah.. cuma sedikit tambahan pembahasan sama bahasa kalimatnya mbak,,dibuat g' terlalu baku dengan harapan supaya pembacanya g' jenuh...

      BalasHapus

    Silahkan meninggalkan pertanyaan, kritik, dan saran.