Dasar Pengelompokan Dalam Membina Perkembangan Peserta Didik - Blog Pak Yogi

Dasar Pengelompokan Dalam Membina Perkembangan Peserta Didik

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/04/dasar-pengelompokan-dalam-perkembangan.html

Sangatlah penting bagi seorang guru untuk mengetahui sifat dan karakter masing-masing peserta didik di sekolah. Dalam hal ini selain bertujuan dalam ketepatan menyampaian materi kepada peserta didik juga bertujuan sebagai tindak lanjut pemberian pendidikan dan pelajaran selanjutnya dalam perkembangan peserta didik.


Pembagian perkembangan kedalam fase-fase merupakan satu hal yang banyak diperdebatkan oleh kalangan ahli. Sementara ahli sangat keberatan terhadap cara tersebut, dengan alasan cara tersebut mehilangkan eksistensi sifat-sifat khas individual (masing-masing peserta didik). Selanjutnya para ahli menambahkan sifat-sifat khas tersebut haruslah diutamakan.

Dengan periodeisasi (fase-fase) di dalam perkembangan peserta didik maka timbullah pengelompokan yang di dalamnya tersedia daftar-daftar sifat yang memasukkan ke dalam individu tersebut. Jadi seolah-olah sudah dapat dipastikan bahwa anak dalam umur tertentu pasti memiliki sifat dan keadaan tertentu pula (tanpa ada pengecualian/mutlak). Tentunya hal tersebut (pengelompokan) bertentangan dalam prinsif perkembangan manusia.

Ditinjau dari segi teoritis konsepsional keberatan tersebut dapat diterima. Akan tetapi psikology adalah ilmu yang mempunyai nilai-nilai praktis, sehingga kitapun harus mengaitkan dengan apa yang ada dengan kenyataan di lapangan/sekolahan (data kongrit). Ditinjau dari segi teknis operasional maka periodeisasi tidaklah dapat dipisahkan dengan perkembangan manusia. Namun perlu adanya tata cara yang tidak boleh dipisahkan yaitu sebagai berikut ;
  • Perpindahan dari satu fase ke fase selanjutnya tidak terjadi secara singkat. Melainkan perpindahan tersebut secara step by step (sedikit demi sedikit dan melaui tingkatan-tingkatan yang beraturan).
  • Fase sebelumnya adalah tolak ukur fase berikutnya.
  • Tidak ada individu mengalami sifat dan karakter baik tempo dan iramanya (fisik maupun psikis) yang sama di dalam perkembangannya.
Dikalangan para ahli ilmu jiwa sering kita dapati adanya bermacam-macam pembagian dalam perkembangan anak (Termasuk pembagian periodeisasi/waktu/usia anak). Hal itu terjadi bukan dalam segi prinsifnya akan tetapi hanya disebabkan perbedaan sudut pandang para ahli masing-masing.
Dari sekian banyak pendapat-pendapat ahli dapat kita ambil sebagian dari kategori tersebut kedalam tiga golongan diantaranya ;
  1. Periodeisasi yang berdasarkan biologis
  2. Periodeisasi yang berdasarkan didaktis
  3. Periodeisasi yang berdasarkan psikologis

Sehingga jika kita ambil ketiga periodeisasi di atas maka dapat kita simpulkan sebagai  dasar pengelompokan perkembangan peserta didik. Berikut penjelasannya ;

1. Pengelompokan periodeisasi yang berdasarkan biologis

Pengelompokan ini bertolak ukur kepada pengelompokan perkembangan dari segi biologis pesrta didik. Misalnya pengelompokan peserta didik berdasarkan jenis kelamin (sekunder, premier, dan tertier). Contoh ; pengelompokan berdasarkan laki-laki dan perempuan. Pengelompokan berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Pengelompokan berdasarkan kematangan bentuk dari otot laki-laki maupun perempuan.

2. Pengelompokan periodeisasi yang berdasarkan didaktis

Pengelompokan periodeisasi yang berdasarkan didaktis bertolak ukur dari bagaiman cara memberikan pelajaran dan pendidikan kepada peserta didik. Selanjutnya bagaimana pula pemberian tersebut tepat sesuai pada masa-masa yang dialami peserta didik.

Dasar-dasar dikdaktis tersebut terdapat beberapa kemungkinan antara lain ;

  • Apa yang harus diberikan kepada pesrta didik pada masa periode tertentu.
  • Bagaimana caranya mengajar dan mendidik peserta didik pada masa periode tertentu.
  • Kedua poin diatas dilakukan secara bersamaan.
Contoh ; Pengelompokan perkembangan peserta didik berdasarkan kelas, masa belajar dan pengalaman.

3. Pengelompokan periodeisasi yang berdasarkan psikologis

Pengelompokan periodeisasi yang berdasarkan psikologis mengacu kepada psikologi/jiwa (sifat, karakter, perasaan, cara berpikir dan pandangan hidup) dan tidak bertolak ukur dengan yang lainnya (biologis dan didaktis).

Contoh ; Pengelompokan perkembangan peserta didik berdasarkan kematangan cara berpikir masing-masing peserta didik. Dalam hal ini seorang guru bisa menggunakan tes IQ (kecerdasan intelektual) ataupun EQ (kecerdasan emosional).



Penutup.
  • Didalam pembagian perkembangan peserta didik haruslah mempunyai dasar-dasar meski hal tersebut tidak memungkinkan kepastian dari hasilnya. 
  • Meski tidak memungkinkan kepastian hasilnya di dalam pembagian fase-fase yang menyangkutkan dasar-dasar pembagian. Hal tersebut semata-mata untuk mempermudah dalam pemberian pendidikan ke fase selanjutnya. 
  • Pengamatan masing-masing individu sangatlah diperlukan dalam pendidikan anak.
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar