KEBUGARAN JASMANI - Blog Pak Yogi

KEBUGARAN JASMANI

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/04/kebugaran-jasmani.html
Bukukita.Com
Kebugaran jasmani adalah suatu kemampuan atau kesanggupan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan (physical fitness).

Semua orang sangat mendambakan tubuhnya selalu tetap bugar. Karena semua orang tidak ingin terganggu pekerjaannya hanya karena kondisi tubuhnya yang tiba-tiba mengalami jatuh sakit. Ditambah lagi biaya perawatan kesehatan yang sangat mahal. Apalagi di jaman sekarang semuanya serba mahal, semisal bahan makanan pokok, biaya anak sekolah, tagihan listrik, uang keamanan lingkungan, biaya perawatan kendaraan, mobil, rumah dan lain sebagainya.

Kebugaran tubuh sangat mempengaruhi kualitas hasil suatu pekerjaan. Tidak mungkin orang yang kondisi tubuhnya kurang bugar lebih bagus hasil pekerjaannya daripada orang yang kondisi tubuhnya jauh lebih bugar. Bayangkan jika suatu tender yang besar gagal hanya karena tubuh tiba-tiba jatuh sakit. Tentunya sangat tidak menyenangkan sekali bukan?.

Dari permasalahan diatas jawabannya yaitu kita harus pintar-pintar menjaga kondisi tubuh kita agar selalu sehat dan bugar, dan satu lagi "mencegah lebih baik dari pada mengobati". Sesuai dengan tema pembahasan kali ini adalah “kebugaran tubuh/jasmani”. Untuk melatih kebugaran jasmani kita harus paham tentang faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani, bentuk latihan kebugaran jasmani, dan yang terakhir konsep latihan kebugaran jasmani. Oke langsung saja ....


Faktor-faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani seseorang diantaranya, faktor umur/usia, gender/jenis kelamin, genetik/keturunan, kegiatan fisik/aktifitas sehari-hari, dan yang terakhir faktor lingkungan/pergaulan.

1. Faktor umur
Seorang pemuda yang umurnya 17-30 tahun lebih bugar tubuhnya daripada orang yang berumur 40 tahun keatas. Daya tahan kardiorespiratori akan semakin menurun sejalan bertambahnya umur, akan tetapi penurunan ini akan berkurang jika seseorang berolahraga secara teratur sejak dini (Ruhayati dan Fatmah 2011).

2. Faktor Gender
Antara laki-laki dan perempuan berbeda dalam kekuatan maksimal otot diantaranya ; luas permukaan tubuh, kekuatan otot, jumlah hemoglobin, hormon, dan kapasitas paru-paru.

3. Faktor genetik
Genetik atau keturunan adalah sifat-sifat spesifik yang ada dalam tubuh seseorang semenjak dari lahir. Factor genetic mempengaruhi daya ledak otot, pergerakan anggota tubuh, kecepatan, keseimbangan, dan flesibilitas persendian.

4. Faktor kegiatan fisik
Orang yang lebih banyak bergerak cenderung memiliki kebugaran jasmani dari pada orang yang jarang bergerak. Namun kegiatan dalam bergerak harus sesuai dengan kapasitas kekuatan yang ada di tubuhnya, dengan kata lain kekuatan tubuh kita harus menyesuaikan beban yang kita angkat.Hal itu untuk mengurangi resiko cidera (nyeri otot, keseleo, pembekakan pembuluh darah).
Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat mengurangi resiko terhadap penyakit cardiovaskuler disease, strok, diabetes, dan kanker kolon.

5. Faktor lingkungan : Lingkungan yang sehat sangat mendukung sekali dalam merubah gaya hidup yang sehat. Seperti contoh dilingkungan pekerjaan yang mayoritas pekerjanya aktif perokok, tentunya kita akan sulit untuk menghindar dari tidak merokok. Sebaliknya dilingkungan pekerjaan yang mayoritas atau bahkan tidak ada sama sekali yang mengkonsumsi rokok secara otomatis/kesadaran diri kita akan berhenti merokok.

Satu diantara lima faktor-faktor di atas, faktor yang paling dominan mempengaruhi kebugaran jasmani seseorang adalah faktor kegiatan fisik (gerak sehari-hari). Pendapat tersebut mempunyai beberapa alasan diantaranya ;

Faktor umur : seseorang yang lebih muda usianya, mempunyai tubuh yang lebih bugar dari pada seseorang yang lebih tua usianya. Akan tetapi tidak jarang kita menjumpai, justru ada seseorang yang lebih tua usianya mempunyai kebugaran jasmani yang baik daripada seseorang yang lebih muda usianya.

Faktor gender : seorang atlet perempuan tubuhnya lebih bugar daripada seorang laki-laki biasa (bukan atlet).

Faktor genetik : mungkin kita pernah menjumpai diantara teman kita, atau mungkin tetangga kita yang tubuhnya sangat bugar meski kedua orang tuanya memiliki riwayat penyakit yang kronis. Sebaliknya seseorang yang mempunyai riwayat keturunan dari keluarganya yang tidak mempunyai riwayat penyakit justru mempunyai kondisi tubuh yang lemah.

Faktor lingkungan : seseorang yang terlahir di tempat yang kurang sehat dia mampu menjaga kebugaran tubuhnya daripada seseorang yang terlahir ditempat yang bersih.
kesimpulan di atas ; “GERAK SEHARI-HARI/AKTIFITAS FISIK ADALAH FAKTOR UTAMA UNTUK MENDAPATKAN KONDISI TUBUH YANG BUGAR”

Bentuk latihan kebugaran jasmani

Latihan kekuatan dan daya tahan otot

  1. Latihan kekuatan otot lengan (push up, squat trush, dan pull up)
  2. Latihan kekuatan otot bahu dan dada (push up dan dambel/posisi duduk diatas bangku dengan merentangkan tangan naik turun dengan barbel)
  3. Latihan kekuatan otot punggung (back up, lying kick back)
  4. Latihan kekuatan otot perut (sit up)
  5. Latihan kekuatan otot kaki (squat jump, naik turun tangga, dan jalan jongkok)


Latihan daya tahan jantung dan paru-paru

1. Jalan dan lari
2. Bersepeda
3. Renang
4. Senam


Konsep latihan dalam kebugaran jasmani

Jenis latihan dalam kebugaran jasmani

Adapun jenis latihan harus disesuaikan dengan kebutuhan seseorang dengan kata lain latihan seimbang.

Seorang yang berjenis kelamin perempuan tentunya jenis latihannya lebih ringan daripada seorang yang berjenis kelamin laki-laki (dengan rentan umur yang hampir sama). Jika laki-laki latihannya dengan lari, perempuan cukup dengan jalan kaki.

Seorang yang usianya diatas 40 tahun keatas jenis latihannya lebih ringan daripada seorang yang usianya diatas 18 tahun hingga 30 tahun (usia 31 sampai 40 tahun adalah masa-masa usia penurunan intensitas kebugaran tubuh. Jika pemuda latihannya dengan berenang, maka orang tua cukup dengan senam.

Baca Juga :


Volume latihan dalam kebugaran jasmani

Latihan setidaknya mempunyai waktu 20 menit. Sebelum memulai aktivitas inti dalam latihan kekuatan otot sangat dianjurkan untuk melakukan pemanasan. Adapun tujuan dari pemanasan adalah mengurangi resiko cidera. Selanjutnya diakhiri dengan gerakan pendinginan supaya otot-otot yang tegang akan menjadi rileks.

Jika orang tua mampu mengelilingi lapangan 10 kali putaran, maka pemuda harus mampu mengelilingi 30 hingga 50 kali. Jika laki-laki mampu push up sampai 100 kali, maka perempuan bisa menargetkan 30 sampai 40 saja.


Frekuwensi latihan dalam kebugaran jasmani

Latihan sebaiknya lebih sering dilakukan setiap hari (continue). Latihan 10 menit dalam sehari tapi rutin lebih baik daripada latihan 8 jam dalam seminggu tapi jarang.


Intensitas latihan dalam kebugaran jasmani

Latihan menyertakan menghitung denyut nadi maksimal/DNM. Dibawah ini adalah rumus DNM;
DNM = 220 – UMUR
DNM = 220 – 18 TAHUN
DNM = 202

Jadi dengan nadi maksimal remaja yang berumur 18 tahun adalah 202 denyut nadi per menit.Selanjutnya ukur tekanan intensitas latihannya. Untuk latihan seseorang selain atlet sekitar 70% sampai dengan 85% dari 100% dengan lama latihan 20-30 menit. Jadi jika digunakan dengan intensitas yang 70%, maka denyut nadi maksimalnya adalah ;
DNM = 220 –UMUR X 70%
DNM = 220 – 18 X 70%
DNM = 202 X 70/100
DNM = 141 DNM/Menit

Mungkin itu dulu pemaparan penulis tentang Kebugaran Jasmani. Barangkali ada yang ditanyakan silahkan tulis di kolom komentar. Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih atas kunjungannya.
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar