Pemikiran 10 Ahli Filsafat Yunani Kuno Tentang Kejadian Alam - Blog Pak Yogi

Pemikiran 10 Ahli Filsafat Yunani Kuno Tentang Kejadian Alam

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/04/pemikiran-10-ahli-filsafat-yunani-kuno.htmlAssalamu'alaikum wr. wb. - Sebelum membahas tentang judul di atas alangkah baiknya kita mencari tahu apa itu filsafat. Mungkin kita sudah sering mendengar kata filsafat, mungkin sewaktu di bangku sekolah atau pernah mendengarkan orang berkata tentang filsuf. Perlu diketahui kata filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu philosophia. Ya, philosophia terdiri dari dua kata yaitu philos dan Sophia. Dari kedua kata tersebut apabila kita cari tahu artinya Philos adalah cinta dan Shophia adalah kebijaksanaan (cie cie… yang lagi senyum-senyum karena punya pacar namanya shophia..) Philoshophia berarti cinta pada kebijaksanaan. Jadi Ahli Filsafat bisa kita artikan sebagai orang-orang yang mempunyai pemikiran yang bijaksana tentang pendapatnya atas suatu pandangan.

Terkadang kita pernah menyadari bahwa terlalu sulit untuk memahami semua yang ada di alam ini. Sehingga menimbulkan suatu kebingungan di benak kita. Dari kebingungan itu maka timbullah sebuah pertanyaan dan rasa keingin tahuan kita. Kenapa laut itu berwarna biru, kenapa bintang itu bersinar dimalam hari, kenapa ada bencana dan lain sebagainya.

Beberapa Filsuf Yunani pada abad ke-4 SM sampai abad ke-2 SM  selalu berupaya untuk mencari jawaban pertanyaan tentang penciptaa alam semesta. Berikut beberapa pemikiran para Ahli Filsafat tersebut ;

1. Thales

Berasal dari Militus dan diperkirakan hidup antara tahun 624 SM sampai tahun 548 SM adalah orang pertama yang berupaya mencari jawaban  atas awal mula segala benda yang ada di alam ini. Beliau tinggal di sebuah pulau dan hampir setiap hari melihat lautan yang luas. Dari keadaan tersebut maka beliau berpikiran kenapa lautan tersebut memberikan penghidupan kepada masyarakat di tempatnya atas ikan yang ada di lautan.

Theles pernah bepergian hingga ke Negeri Mesir dan menyaksikan bagaimana sungai Nil bisa menghidupi masyarakat di sekitarnya untuk keperluan bertani. Dari pengalamannya tersebut Theles berpendapat bahwa asal segala yang ada di alam ini bermula dari air.

2. Anaximenes

Hidup sekitar tahun 585 SM sampai 528 SM yang mempunyai pandangan bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini bermula dari udara. Pandangan tersebut dikemukakan dengan landasan bahwa manusia dan mahluk hidup tidak akan hidup tanpa bernafas. Ditambahkannya lagi pendapatnya bahwa udaralah yang menggerakkan semua yang ada di alam ini.

3. Herakleitos

Sekitar tahun 540 MS sampai dengan 480 SM berpendapat bahwa tidak ada yang kekal di alam ini dan semuanya akan mengalami perubahan. Selanjutnya perubahan dilambangkannya  sebagai sifat api.

4. Phytagoras

Sekitar tahun 580 SM sampai dengan 500 SM berasal dari Kota Kroton. Masyarakat dimasanya mengenal beliau sebagai seseorang yang selalu membersihkan rohaninya dalam mencapai kesempurnaan hidup. Kesempurnaan tersebut diapresiasikan diantaranya yaitu dengan cara pemumian bagi orang yang sudah meninggal.

Phitagoras dikenal juga sebagai ahli matematika. Jadi wajar jika murid-muridnya diajarkan tentang segala sesuatu yang ada di alam itu berawal dari sebuah bilangan atau angka. Menuratnya alam semesta ini tertitik dari bilangan dan tersusun dari bilangan.

5. Leukippos

Bertempat tinggal di Miletus diperkirakan hidup antar 450 SM sampai dengan 420 SM berpendapat bahwa segala sesuatu berasal dari sebuah atom dan ruang kosong yang jumlahnya tidak terhingga. Satu benda dengan benda yang lain tidaklah sama dan selalu berbeda baik bentuk, susunan, posisi dan rangkaian atas atomnya. Dilanjutkan Leukippos bahwa atom itu tidak bisa dibagi. Dari pendapatnya tersebut beliaulah yang dipercaya orang yang pertama mengemukakan tentang atom.

6. Demokritos

Diperkirakan hidup antara 460 SM sampai dengan 370 SM. Pendapat beliau tentang asal mula alam semesta ini tidak jauh berbeda dengan pendapat Leulippos. Sedikit pengembangan dari Leukippos alam semesta ini berawal dari atom-atom dan ruang hampa. Atom-atom tersebut bebas bergerak dan dapat mengubah posisinya sendiri. Atom bersifat kekal,  tidak dapat dilihat dan tidak dapat dibagi lagi. Atom yang satu berbeda dengan atom yang lain baik ukuran, posisi, berat, susunan dan kecepatan geraknya.

7. Empedokles

Sekitar tahun 490 SM sampai dengan 430 SM berpandangan bahwa alam semesta  terdiri dari empat unsur utama yaitu udara, api, air dan tanah. Masing-masing unsur tersebut mempunyai sifat yang berbeda. Udara bersifat dingin, air bersifat basah, api bersifat panas dan tanah bersifat kering.

Ditambahnya bahwa disamping empat unsur tersebut terdapat pula ada dua kekuatan yang mempengaruhi suatu benda yaitu cinta dan kebencian. Sesuatu dapat terbentuk karena unsur atas pengaruh cinta dan binasa atas pengaruh kebencian.

8. Socrates

Yang hidup antara tahun 469 SM sampai dengan 399 SM yang sangat menaruh perhatian terhadap kehidupan bermasyarakat akan keinginannya untuk mengenali dirinya sendiri (setiap manusia harus mengenali dirinya sendiri). Menurut beliau jiwa adalah hakikat paling dalam yang dimiliki manusia. Atas pandangannya tersebut beliau tidak memiliki hak untuk memaksa seseorang menerima ajaran atau pendapatnya tersebut. Setiap individu berhak memilih atas pendapatnya masing-masing.
Socrates menggunakan metode dialektika yaitu berdilog dengan orang lain sehingga orang lain dapat mengemukakan pendapatnya serta menjelaskannya.

9. Plato

Adalah seorang murid Socrates yang hidup antara tahun 427 SM sampai dengan 347 SM. Pendapatnya tentang alam semesta ini bukanlah hal yang sebenarnya sesuai dengan penglihatan dan pemikiran kita. Plato berpendapat bahwa selain ada dunia nyata/indrawi ada juga dunia ide (diperlukan tenaga kejiwaan yang besar untuk memasukinya). Untuk itu didalam merai ide atas kejiwaan yang besar seseorang harus meninggalkan kebiasaan hidup dan mengendalikan hawa nafsunya (selalu berbuat kebjikan).

Selanjutnya Plato menyatakan bahwa jiwa manusia terdiri dari tiga tingkatan, yaitu tingkatan yang tertinggi adalah akal budi, tingkatan yang tengah adalah rasa keinginan, dan bagian bawah adalah hawa nafsu. Akal budilah yang dapat meraih ide dan jiwa-jiwa yang dapat mengendalikan keinginan dan nafsu.

10. Aristoteles

Hidup antara 384 SM sampai dengan 322 SM. Beliau juga pernah menjadi murid Plato selama 20 tahun hingga Plato meninggal dunia. Tulisan Aristoteles yang masih dikenang hingga sekarang adalah mengenai logika yang disebut analitika (syarat-syarat yang diperlukan untuk mengemukakan pendapat yang dianggapnya benar).

Aristoteles merupakan pemikir yang kritis dan banyak melakukan penelitian serta mengembangkan pengetahuan pada masa hidupnya. Diantara karya-karyanya meliputi ilmu alam, masyarakat dan negara, sastra dan kesenian, dan kehidupan manusia.

Kesimpulan

  • Pendapat satu dengan pendapat yang lainnya tergantung dari pengalaman hidup orang masing-masing.
  • Kebijaksanaan atas sikap kitalah yang melahirkan sebuah jawaban dari semua pertanyaan kita.
  • Dari tahun ketahun ilmu pengetahuan tentang alam selalu mengalami perkembangan karena adanya suatu dialog.
Akhir kata, saya ucapkan terimakasih. Billahi taufik wal hidayah wassalamu'alaikum wr. wb.
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Ilmu pengetahuan selalu mengalami perkembangan karena adanya suatu dialog. Ini bener banget! Makanya jangan berhenti mencari ilmu.

    BalasHapus

Silahkan meninggalkan pertanyaan, kritik, dan saran.