Gobak Sodor - Blog Pak Yogi

Gobak Sodor

Permainan yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi dikalangan anak-anak di pedesaan. Permainan ini dimainkan oleh dua tim yaitu tim pemain dan tim penjaga. Setiap daerah di seluruh Indonesia masyarakat berbeda-beda dalam pemberian nama permainan ini, ada yang memberi nama permainan selodor, permainan galasin, dan ada juga yang memberi nama permainan sodoran.

Dalam permainan gobak sodor dibutuhkan kelincahan dan ketangkasan. Ya, kelincahan tim pemain untuk menghindari sentuhan dari tim penjaga dan ketangkasan tim penjaga untuk menjaga lawan supaya tidak lolos dari penjagaannya.

Ternyata nama gobag sodor berasal dari kata “Go Back Trough The Door” artinya “kembali melewati pintu” (Kamus jawa karya WJS Poerwadarminto 1939). Konon para prajurit jaman kerajaan melakukan permainan gobak sodor untuk melatih keterampilan berperang dan juga menggunakan tombak. He he, terbayangkan jika sampai saat ini permainan gobag sodor dimainkan dengan menggunakan tombak.

Oke kita lanjut membahas bagaimana cara bermainannya. Permainan gobag sodor dimainkan di tanah lapang, baik yang bersemen atau tanah yang berumput. Jumlah pemain dalam satu tim biasanya berjumlah 5 orang (menyesuaikan jumlah garis). Lalu, bagaimana jika jumlah pemain melebihi 5 orang misalkan sampai 10 orang ?. Tentunya kita harus sedikit memodifikasi permainan, maksudnya tim penjaga garis tetap berjumlah 5 orang dan tim pemain berjumlah 10 orang, lalu 5 orang tim penjaga sebagai cadangan.

Gambar Lapangan Gobak Sodor

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/05/gobak-sodor.html

Sebelum membahas lebih jauh tentang permainan gobak sodor perhatikan gambar lapangan di atas. Area bebas start adalah area tim pemain untuk memulai permainan dan area bebas kembali adalah area batas tim pemain untuk kembali ke area bebas start. Nomor 1 sampai 5 adalah garis untuk penjaga. Untuk ukuran panjang garis petak (disetiap sisinya) bisa menggunakan ukuran 3 meter sampai 4 meter bagi anak usia SMP. Jadi panjang garis vertikal nomor 2, 3, 4, dan 5 masing-masing berukuran 6 meter sampai 8 meter. Untuk garis horizontal (garis sodor/tulang) 9 meter sampai 12 meter.

Permainan dimulai dengan kedua tim terlebih dahulu untuk ping sut dengan tujuan menentukan mana tim penjaga dan mana tim pemain (Mungkin untuk lebih menikmati permainan ini harus ada satu wasit yang bertugas memimpin jalannya permainan). Setelah kedua tim sudah ditentukan mana tim penjaga dan mana pemain, maka tim penjaga harus menempati masing-masing garis lapangan gobag sodor.

Selanjutnya, untuk tim pemain memulai permainannya dari “area bebas start”. Lalu berlari ke “area bebas kembali” dengan menghindari dekapan tim penjaga. Setelah sampai di “area bebas kembali” balik lagi ke “area bebas start” tentunya dengan menghindari dekapan tim penjaga.

Peraturan permainan gobak sodor

  • Tim pemain dinyatakan mendapatkan 1 skor apabila mampu melewati area lapangan gobak sodor. 
  • Setiap petak lapangan hanya bisa ditempati satu pemain. Apabila dalam satu petak ditempati oleh dua pemain atau lebih maka, tim penjaga berhak memulai permainannya dan tim pemain sebagai penjaganya. 
  • Tim pemain tidak bolehberlari di luar garis lapangan gobag sodor. 
  • Tim penjaga harus menjaga di garisnya masing-masing. 
  • Pergantian pemain tim penjaga tidak boleh pada waktu berlangsungnya permainan. 
  • Tim penjaga penjaga berhak memulai permainan setelah memegeng salah satu dari tim pemain. 
  • Durasi waktu permainan sesuai kesepakatan masing-masing tim. 
  • Wasit berhak memimpin jalannya permainan.

Manfaat permainan gobak sodor

  1. Aspek psikomotorik (gerak otot) diantaranya ; Dapat melatih kelincahan, dapat melatih ketangkasan, dan melatih perkembangan dan pertumbuhan otot anak karena pergerakan yang bebas . 
  2. Aspek kognitif (daya pikir) diantaranya ; Dapat melatih daya pikir cepat dalam mengeluarkan ide strategi permainan, dapat melatih daya pikir cepat tanggap dalam mengatasi permasalahan. 
  3. Aspek afektif (nilai religius/sikap) diantaranya ; Kerjasama satu tim, belajar menerima kritik dan masukan dari teman satu tim, sportifitas dalam bermain dan menerima kekalahan, nilai toleransi pada saat mendapat kemenangan, yang terakhir melatih anak menghormati keputusan wasit. 
(Good Luck)
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

6 Komentar

  1. Kelihatan dan Kedengarannya asik. Zaman kami generasi kelahiran tahun 2002-an Kok gak Ada lagi ya..😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tahun 2002 seingat saya memang jarang juga dimainkan di kampung saya, soalnya uda ada penyewaan game playstation. Terakhir bermainpun seingat saya masih SD kelas 2.

      Hapus
  2. Masa kecilku pernah ngalamin rame-rame main gobak sodor sama temen 😁 ...
    Seruuu ...

    Tapi mainnya sama temen-temen di desa nenek buyutku.
    Kalo ditengah kota permainan menarik iji udah lama ngga kelihatan lagi dimainkan sama anak-anak.
    Sangat disayangkan ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahai, beruntungnya Bang himawan sant masih gebagian juga ama permainan tradisional. Sedikit berbagi cerita saja Bang, Kepala Sekolah saya minta/rekues Mapel Olahraga Tradisional untuk Jam Mulok diatara sub Mapelnya Gobak Sodor, Bantengan, Enggrang dan itupun peraturan di setiap daerah berbeda-beda.

      Hapus
  3. Wah, ide Kepsek idenyakeren itu, mas 👍.
    Wajib dilaksanakan agar anak-anak zaman now kenal dengan permainan traditional.
    Secara ngga langsung ikut mempopulerkan kembali.

    Aku sih pengin ya main Gobak Sodor seusiaku ini sekarang, tapi sama siapa lawannya yaaa 😂

    BalasHapus

Silahkan meninggalkan pertanyaan, kritik, dan saran.