Guru Yang Sukses adalah Guru Yang Cakap ???? - Blog Pak Yogi

Guru Yang Sukses adalah Guru Yang Cakap ????

Sehubungan dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih sehingga mempengaruhi cara kinerja kita dalam suatu pekerjaan. Maka kitapun dituntut untuk profesional dalam bekerja. Tidak dapat kita pungkiri kemajuan teknologi tersebut sudah merambah ke berbagai sektor/bidang diantaranya, sektor pertanian, perindustrian, pariwisata, pertahanan, bahkan pendidikan di sekolah.


Contoh Sektor pendidikan yang tadinya Guru menerangkan mata pelajaran kepada peserta didiknya dengan menggunakan sistem menulis di papan tulis. Namun dengan adanya kemajuan teknologi sekarang guru cukup menggunakan proyektor untuk menyampaikan pelajarannya.
http://www.munawirsuprayogi.com/2018/05/guru-sukses.html
Gambar ilustrasi oleh aamir khan productions
UU no.14 Tahun 2005 Tentang Guru mengatakan Guru ialah seorang pendidik profesional dengan tugas utamanya mendidik, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 Pasal 1 Tentang Guru menetapkan Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Sederhananya sebagai berikut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia menetapkan guru adalah tenaga pendidik yang berada di lingkungan sekolah dan mempunyai sertifikat kependidikan. Dengan adanya sertifikat kependidikan tersebut maka guru sudah mempunyai legalitas/diakui sebagai guru yang profesional (lulus sertifikasi). Selanjutnya syarat dari guru yang bersertifikasi adalah guru tersebut harus lulus ujian Pendidikan Profesi Guru (PPG). Dalam mencapai kelulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) seorang guru harus menguasai beberapa kriteria materi yaitu mengusai materi pedagogik dan mengusai materi profesional serta ditambah lagi lulus tes Kecakapan.
Pedagogik adalah kemampuan guru dalam menguasai materi mata pelajaran yang diampunya.
Profesional adalah kemampuan guru dalam menyampaikan mata pelajaran yang diampunya.
Kecakapan adalah kemampuan guru dalam bertindak secara profesional didalam profesinya/pekerjaannya.
Oke kita kembali ke pokok pembahasan “Guru yang Sukses”. Selanjutnya Apa itu yang dimaksud dengan guru yang sukses?. Yang saya dimaksud Guru yang sukses  adalah selain guru tersebut menguasai materi mata pelajaran yang diampunya dia juga harus mampu menyampaikannya, memotifasi, menumbuhkan minat dan bakat peserta didikanya, mengarahkan peserta didiknya untuk selalu mengapresiasikan ilmu yang ia dapat di sekolahan kepada masyarakat. Serta guru tersebut mampu berinteraksi dengan baik dengan lingkungan sekitar (khususnya lingkungan sekolah).

Dalam hal ini jika guru sudah menguasai  seperti maksud di atas maka guru tersebut sudah bisa dikatakan mempunyai kecakapan hidup dan bisa dikatakan sebagai guru yang sukses.

Para ahli merumuskan bahwa kecakapan hidup sebenarnya amat bervariasi, dan bahkan dapat dikembangkan dalam bidang-bidang tertentu. Sebagai contoh, meskipun siswa yang mempelajari bidang yang khusus seperti PJOK, pada dasarnya PJOK pun harus dapat atau harus menyebabkan kecakapan hidup dari siswa tersebut. Sehingga siswa tersebut tetap meningkat dan mampu dalam menguasai mata pelajaran yang lain.

Kecakapan-Kecakapan Guru dalam meraih Kesuksesan

1. Kecakapan Kolaborasi (Bekerjasama)

Kita tidak akan tahu apa yang etrjadi di lapangan. Oleh sebab itu pemecahan masalah, perencanaan dan pembuatan keputusan yang tepat dalam kelompok kecil memerlukan kecakapan kolaborasi. Yaitu kecakapan dalam hal mendengarkan, menghargai, berkomunikasi, bernegosiasi, membuat kompromi, ketegasan kepemimpinan, membuat penilaian, serta mempengaruhi dan memotivasi orang lain.

Contoh : Kerjasama antara guru dan murid dalam proses pembelajaran. Guru menyampaikan materinya dengan baik dan murid mendengarkan materinya dengan baik pula (saling bersinergi). Selanjutnya guru memberikan uplos/reward kepada murid yang berprestasi.



2. Kecakapan Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses yang dinamis dan berlangsung secara terus menerus di mana dua atau lebih dari seseorang yang berinteraksi untuk mencapai tujuan atau hasil yang diharapkan (berkomunikasi baik dengan lisan atau tulisan). Dalam mempelajari cara berkomunikasi yang efektif, peserta didik harus diajak belajar berbicara, mendengar, membaca serta menulis secara efektif disesuaikan dengan siapa dia berhadapan. Mereka harus diajak belajar memilih alat yang paling efektif untuk menyampaikan suatu pesan sesuai dengan tujuan dan konteks komunikasinya. Mereka harus menggunakan informasi yang tepat dan relevan serta mengaturnya secara sistematis dan logis untuk audiens yang dihadapi. Mereka juga harus mampu mengevaluasi keefektifan komunikasi mereka serta mengidentifikasi langkah-langkah perbaikannya.

Baca Juga :

Beberapa teknik dalam berkomunikasi ;
  • Ucapan dan idenya jelas (tidak bermakna ganda). 
  • Berbicara dengan tegas (tidak berbelit-belit). 
  • Menyampaikan pendapat dengan tulus dan terbuka serta tidak berbelit-belit. 
  • Memahami siapa lawan bicaranya, hadapkan wajah, badan, dan pahami apa yang dibicarakan lawan bicara. 
  • Sampaikan pendapat dengan bahasa penerima pendapat. 
  • Menyampaikan informasi sesuai kadar kemampuan lawan bicara. 
  • Menyampaikan informasi dengan globalnya terlebih dahulu baru kemudian intinya. 
  • Memberikan contoh nyata dalam berkomunikasi dan menjadikan diri kita sendiri sebagai modelnya. 
  • Sampaikan informasi dengan lembut dan sopan supaya penerima informasi menjadi sadar dan nyaman dalam menerima informasi. 
  • Mencari umpan balik. Pancing lawan bicara kita untuk mempertanyakan atau mendebat terhadap pendapat kita.


3. Kreativitas

Kemampuan untuk mengembangkan serta melaksanakan penyampaian iide atau gagasan kepada orang lain. Kemampuan kretivitas bersifat abstrak namun mempunyai strategi penyampaian yang berbeda. Selalu menciptakan gagasan dan ide baru serta bernilai secara ekonomis.

4. Kecakapan Berpikir Kritis

Berpikir kritis adalah proses penarikan makna dari data atau pernyataan yang diberikan. Hal tersebut berkaitan dengan ketepatan dari pernyataan yang diberikan. Tujuannya adalah untuk menciptakan dan menilai argumen. Berpikir kritis adalah mempertanyakan dan membuktikan penilaian yang kita buat apakah harus dipercaya atau tidak.


5. Kecakapan dalam Teknologi Informasi

Kecakapan dalam teknologi informasi meliputi kemampuan untuk menggunakan TI tersebut untuk mencari, menyerap, menganalisis, mengolah, serta menyajikan informasi secara kritis dan cerdas. Di samping itu, TI akan memotivasi dan memberdayakan para peserta didik untuk belajar pada tingkat kemampuan dan kecepatan mereka sendiri dan membantu mereka mengembangkan pembelajaran mandiri, yang akan bermanfaat dalam hidup mereka.


6. Kecakapan Numerik

Kecakapan Numerik mencakup kemampuan untuk menampilkan penghitungan dasar, dengan menggunakan konsep matematik dasar dalam situasi praktis, membuat perkiraan yang masuk akal, memahami makna grafik, tabel dan konsep bilangan dalam bahasa, mengolah data, menangani uang dan menginventarisir barang.

Demikian penjelasan penulis tentang kecakapan yang harus dimiliki oleh guru. Mungkin ada yang ditanyakan?? silahkan tulis di kolom komentar. See you again… Peace - love - And gaul …
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar