Hasil Kerajinan Anak Kampung Yang Mendunia - Blog Pak Yogi

Hasil Kerajinan Anak Kampung Yang Mendunia

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/05/hasil-kerajinan-anak-kampung-yang-mendunia.html
Siapa sangka ternyata hasil kerajinan (handicraft) anak satu ini sudah diekspor ke berbagai Negara. Hasil karya kerajinannya berbahan dasar dari kulit asli. Kulit itu ia jadikan dompet, tas, ikat pinggang, topi, jaket, rompi dan yang lainnya. Kerajinan-kerajinannya sudah sering dikirim ke berbagai penjuru dunia. Diantara pelanggan tetapnya adalah Negara Jerman, Prancis, Jepang, Australia, dan Belanda.

Karena kepiawaiannya dalam membuat kerajinan tas dari kulit, banyak sekali turis Manca Negara yang menyukai hasil produk kerajinan anak ini. “Long” panggilan akrabnya, dia memproduksi kerajinannya di Pulau Bali bersama kedua karyawannya. Long tratas adalah nama label dari produk kerajinannya.

http://www.munawirsuprayogi.com/2018/05/hasil-kerajinan-anak-kampung-yang-mendunia.html
Label Long Tratas
http://www.munawirsuprayogi.com/2018/05/hasil-kerajinan-anak-kampung-yang-mendunia.html
Gambar Contoh Produk Kerajinan Long Tratas
http://www.munawirsuprayogi.com/2018/05/hasil-kerajinan-anak-kampung-yang-mendunia.html
Gambar Contoh Produk Kerajinan Long Tratas
Sebenarnya sebelum penulis untuk mengangkat pembahasan ini, sempat juga terselip ide untuk membuat artikel yang tujuannya memotivasi para pemuda yang ada di Negeri tercinta ini untuk selalu berkarya dalam bentuk apapun. Baik berupa kerajinan, otomotif, pertanian dan yang lainnya.

Entah kebetulan atau apa, disaat penulis istirahat sambil bermain Facebook tiba-tiba ada jawaban tentang ide itu. Ya, Long Tratas nama akun Facebooknya, saya rasa menarik ceritanya untuk diposting di akun blog pribadi penulis. Seketika penulis menghubungi beliau via Facebook.

“Mas,,, saya ingin memposting cerita anda?..”“Cerita apa…?”“Cerita Mas Long dengan produk kerajinannya…”“Diposting dimana?...”“Blog pribadi saya,,,”“Untuk apa…?”“Untuk memotifasi pemuda yang ada di seluruh Indonesia…”“Ha..ha..ha…”. Tersentak Mas Long langsung ketawa…Selanjutnya Mas Long pun melanjutkan jawabannya “Apa hanya aku pengrajin tas?,, teman-teman pengrajin tas dari kampung halaman masih banyak...”.

Memang benar apa yang dikatakan Mas Long. Di kampung halamannya mayoritas warga di sana adalah pengrajin/penjahit, ada yang menjahit baju, dompet, tas, kaos seragam dan lain sebagainya. Di Desa kaligung Kecamatan Blimbingsari tepatnya. Namun kebanyakan dari mereka menjalani pekerjaan sebagai penjahit di Pulau Dewata (Bali). Hanya pada hari raya Idul Fitri dan ada acara penting lainya mereka bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halamannya.

“Tapi setelah saya melihat postingan Mas Long di Facebook, Mas Long lah yang layak ceritanya diposting di blog pribadi saya mas… ditambah lagi Mas Long sekarang sudah sukses.”.“Jika itu untuk kebaikan,,, silahkan….” Jawab Mas Long.
“Awalnya saya iseng-iseng saja menawarkan tas saya di Pantai Kuta. Ya, sambil mengisi waktu liburan saya selalu membawa tas dan dompet saya untuk ditawarkan ke turis-turis asing itu”. Mas Long
“Alhamdulillah sekarang turis-turis yang berwisata di pulau bali sering berkunjung di kontrakan kami. Mereka kesini untuk membeli produk kerajinan kami. Kostumer terbanyak adalah turis dari Negara Belanda”. Mas Long

http://www.munawirsuprayogi.com/2018/05/hasil-kerajinan-anak-kampung-yang-mendunia.html
Foto Mas Long Bersama Kostumer Luar Negeri
“Jangan hanya lulus SMP, kamu tidak akan kuwat. Biar aku aja…” (jawaban Mas Long ala-ala dilan gitulock…hehe..)
http://www.munawirsuprayogi.com/2018/05/hasil-kerajinan-anak-kampung-yang-mendunia.html
Foto Mas Long Dengan Teman-temannya

Awalnya Mas Long iseng-iseng saja menawarkan tas dan dompetnya di Pantai Kuta. Sambil mengisi waktu luang selama sepekan bekerja, Mas long selalu menyempatkan diri untuk berlibur di hari minggu ke Pantai Kuta. Dan diapun selalu membawa tas dan dompetnya untuk ditawarkan kepada turis-turis yang sedang bersantai di Pantai itu. Tidak disangka ternyata tasnya laku dan beberapa dari turis meminta nomor telepon Mas Long. Dari situlah pertama kali Mas Long mempunyai pelanngannya dari Australia.

Berkat kerja keras dan ketekunannya, sekarang Mas Long sudah sukses dan bisa membeli rumah, sawah, dan mobil. Sekarang Mas Long tidak lagi harus capek-capek menawarkan hasil kerajinannya di Pantai Kuta, tapi turis-turis itulah yang mendatangi Mas Long di kontrakannya. Turis dari Negara Belanda adalah kostumer terbanyak kerajinan tas Mas Long.

Yang menarik bagi saya dari Mas Long adalah dia hanya lulusan SMP. Bagaimana mungkin dia bisa berinteraksi dengan turis-turis asing. Dan ketika saya mempertanyakan tentang masalah itu, jawabannya cukup menggelitik..xixixi..

Lalu Mas Long melanjutkan pernyataannya… “Intinya saya tidak ingin seperti katak di dalam tempurung. Tidak mau di batasi oleh ijazah saya. Selama saya bekerja sebagai penjahit, saya sempat kursus bahasa asing terutama bahasa inggris. Selanjutnya saya mengembangkan sendiri bahasa asing saya dengan berinteraksi dengan turis-turis yang berkunjung di Pulau Bali. Dimana ada kemauan di situ pasti ada jalan”.

Meski Mas Long sudah sukses, hal tersebut tidak serta merta melupakan teman-teman lamanya. Dia selalu renda hati dan ramah tama dengan siapapun.

Dari pengalaman Mas Long di atas pelajaran yang bisa kita petik adalah kegigihan dan ketekunannya. Sukses itu berawal dari niat dan tekat yang besar dan tentunya harus selalu dibarengi dengan ide kreatif serta kesabaran.

Sekian dari saya……semoga bermanfaat……..]]
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar