Karakteristik Siswa Berbakat - Blog Pak Yogi

Karakteristik Siswa Berbakat

Anda seorang guru di sekolahan?. Tentunya penting sekali untuk memahami setiap individu siswa di sekolahan anda. Setiap siswa memliki sifat dan karakter yang berbeda-beda dan dari sifat karakter tersebut menimbulkan pengapresiasian (daya tangkap) yang berbeda pula terhadap pelajaran yang anda sampaikan. Si A begitu cepat dalam menerima pelajaran sedangkan si B kurang cepat dalam menerima pelajaran. Padahal tidak ada pembedaan dalam cara anda menyampaikan sebuah pelajaran kepada mereka.

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/05/karakteristik-siswa-berbakat.html

Sifat manusia adalah watak kodrati yang diperoleh dari gen sebelumnya (sifat yang diwarisi dari ayah, ibu bahkan kakek, nenek dan seterusnya).
Contoh ; pemurung, periang , sabar, arogan, penyayang dan sejenisnya.
Karakter Manusia adalah pengapresiasian/eksien dari sifat seseorang dalam menyikapi/memecahkan suatu masalah.
Contoh ; tegas, berwibawah, jahat, baik, pendendam, cekatan, penolong, acuh dan lain sejenissnya. 
Selanjutnya karakter cenderung dipengaruhi oleh faktor lingkungan disekitar seperti adat, sosisal, keluarga, dan lain sebagainya.

Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakterisitik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki dari lahir baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis.

Meskipun anak berbakat mempunyai kemampuan yang berbeda dalam bidang yang yang dibakatinya, secara umum anak berbakat menunjukan kemampuan belajar secara mudah dan cepat.

Adapun karakteristik siswa berbakat diantaranya yaitu ;

1. Keterampilan berbahasa lisan

Anak yang berbakat mempunyai keterampilan dalam berbahasa diantaranya memiliki kosa kata yang banyak dan beragam, isi pembicaraanya sangat berfariasi, mampu menceritakan secara kreatif, dan mampu mengemukakan lelucon dengan baik.

Contoh.
  • “Buah apel yang didepan paman itu tampak berwarna” (secara tidak langsung anak tersebut menginginkan buah apel tersebut).
  • “Taman kota yang indah. Tapi, kenapa taman ini letaknya berada di antara sampah pelastik” (mungkin sedikit membingungkan jika ada anak mengeluarkan kalimat seperti itu, tapi kita sebagai orang yang lebih dewasa sudah seharusnya mencoba memahami kalimat yang diucapkan anak tersebut. Ya, taman yang yang indah tidak seharusnya dikotori dengan sampah pelastik yang berserakan).
  • “Setelah mendengarkan nasihat dari bapak. Saya rasa bapak kawatir betul dengan kami. Bapak pikir saya murid apaan?. Don’t worry pak, cerita sinetron yang ada di TV itu cuma fiktif dan rekaysa belaka, jadi tidak akan mungkin masuk ke kampung kami”. (munkin sekilas sedikit negatif ketika murid mengeluarkan kalimat “Bapak pikir saya murid apaan?”. Namun kalimat tersebut akan berubah bobotnya ketika dilengkapi dengan kalimat selanjutnya).

2. Kemampuan belajar

Anak yang berbakat mempunyai kemampuan dalam belajar. Dalam hal ini kemampuan untuk mempelajari informasi baru dengan cepat. Mereka mampu untuk menemukan hubungan antar ide-ide yang berbeda, dan memiliki daya ingat yang sangat baik.

Anak tersebut cenderung memiliki kemampuan yang lebih daripada anak seusianya. Disaat anak seusianya membutuhkan beberapa jam atau mungkin beberapa hari untuk memahami materi pelajaran, namun anak yang berbakat hanya membutuhkan beberapa detik setelah pelajaran itu diterangkan.

3. Keingintahuan

Mereka sangat ingin memiliki pengetahuan yang berfariasi, tidak hanya cukup dengan menguasai satu mata pelajaran saja. Akan tetapi mereka ingin menguasai semua mata pelajaran yang ada di sekolahannya. Bahkan mata pelajaran di sekolah tingkat atasnyapun akan mereka kuasai. Mereka cenderung untuk banyak bertanya karena keingintahuan mereka yang mendalam. Mereka selalu bertanya tentang apa saja yang pernah ia dengar.
Anak yang berbakat mempunyai motifasi diri yang sangat kuat untuk menguasai persoalan yang menantang. Meski banyak hujatan yang mereka alami karena keingintahuannya, mereka tidak peduli akan hal tersebut.

4. Keterampilan menyelesaikan masalah

Mereka mampu untuk menyelesaikan persoalan yang menantang (rumit). Biasanya mereka (anak yang berbakat) suka dan merasa nyaman ketika diberi rumus matematika yang rumit, bahkan akan lebih suka jika mereka mengerjakan rumus matematika tersebut tanpa terlebih dahulu diterangkan oleh gurunya.

Mereka cendenrung menggunakan kemampuan fleksibilitas dalam menerapakan strategi penyelesaian yang sudah di pelajari. Maksudnya, mereka sering menyelesaikan masalah tersebut dengan mengkolaborasikan dengan masalah yang sudah ia selesaikan sebelumnya. Bahkan mereka mampu untuk melaukannya secara improvisasi (secara spontan) dalam menyelesaikan masalah tersebut.

5. Keterampilan kepemimpinan dan sosial

Mereka mampu mengarahkan dan memotivasi orang lain. Jiwa kepemimpinannya sangat kuat dan tegas bahkan seringkali membantu teman-temannya disaat dalam kesulitan.

Anak yang berbakat memiliki sensitivitas terhadap perasaan dan bahasa tubuh orang lain. Mereka peka akan perasaan orang lain dan seringkali menghibur teman seuasianya tanpa harus menanyakan apa permasalahan yang mereka alami.

Selanjutnya mereka mampu untuk menjadi penengah dalam suatu ketidak sepakatan dan membantu orang lain mencapai kompromi (tidak malah mengkompor-kompori brow….).

6. Strategi kognitif dan metakognitif

Menggunakan strategi belajar yang rumit. Disaat teman-teman sebayanya mengerjakan/menggunakan arahan cara belajar dari seorang guru, tapi tidak dengan anak yang berbakat mereka mempunyai cara belajar yang sedikit tambahan dari apresiasinya sendiri.
Metakognitif adalah kemampuan untuk mengontrol ranah atau asfek kognitif. Selanjutnya menurut Benjamin Bloom metakognitif merupakan pengendalian enam tingkatan asfek kognitif yang terdiri dari tahap ingatan, pemahaman, terapan, analisis, sintetis, dan evaluasi.
Sebagai contoh ; 
Si A belajar dan mengerjakan PR ketika malam hari, karena hal tersebut memang apa yang dipesankan oleh gurunya diwaktu di sekolahan. Tetapi si B sebagai anak yang berbajkat selain mengerjakan PR di malam hari si B juga membaca pelajaran yang sudah diterangkan sesaat tiba dirumah dan membaca pelajaran yang akan diterangkan pada pagi hari (akan berangkat ke sekolah).

Biasanya anak yang berbakat berusaha memahami pelajaran bahkan rumus-rumus pelajaran daripada hanya mengingatnya. Mereka sangat antusiaas dalam memahami rumus-rumus pelajaran. Dengan hal tersebut sehingga mereka ti dak terpaku akan sekedar ingat dari rumus tersebut tetapi sudah memahaminya dan menggunakan pemahaman pemantauan yang efektif (tepat).

Penutup

  1. Untuk mencapai proses belajar mengajar yang efektif (tepat) selain penguasaan materi yang akan disampaikan, seorang guru harus memahami sifat dan karakter masing-masing siswa.
  2. Pasti diantara kita mempunyai siswa yang masuk dalam kreteria karakter di atas. Untuk itu jaga baik-baik siswa tersebut, jangan sampai karakter yang ia miliki sebagai siswa berbakat akan hilang dikarenakan tata cara yang salah dalam mendidik.
  3. Selanjutnya setelah memahami karakteristik siswa berbakat penulis tidak ada tujuan dalam membeda-bedakan antara siswa yang berbakat dengan siswa yang kurang berbakat.
  4. Pada dasarnya semua manusia mempunyai unsur-unsur kesamaan di dalam pola perkembangannya. Namun hanya masalah waktu dan periodenya yang membedakannya.
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar