Teori Perkembangan Anak Menurut Piaget - Blog Pak Yogi

Teori Perkembangan Anak Menurut Piaget

Jean Piaget nama lengkapnya, ia adalah seorang psikolog berkebangsaan Swis yang menemukan pendapat baru tentang perkembangan proses berpikir anak. Pendapat Peaget benar-benar merubah pandangan orang yang menganggap proses berpikir anak sama dengan proses berpikir orang dewasa. Dari hasil penelitiannya selama bertahun-tahun, ia menemukan bahwa anak berkembang terutama karena interaksi yang ia peroleh dari lingkungan. Ia melihat kecerdasan anak merupakan bawaan, tetapi pengembangannya tergantung kepada proses belajar yang dipengaruhi oleh apa yang ia lihat dan ia ketahui.

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/05/teori-perkembangan-anak-menurut-piaget.html

Piaget berpendapat bahwa proses belajar sebagai hasil adaptasi anak sesuai apa yang mereka lihat di sekitarnya. Model dari perkembangan kognitif tersebut dibentuk dari dua konsep dasar yaitu asimilasi dan akomodasi, selanjutnya kedua proses tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi.

Menurut istilah psikologi
  • Konsep asimilasi adalah proses berfikir anak yang berusaha untuk mengembangkan cara berfikirnya sesuai dengan fakta disekitar (menghilangkan egonya)
  • Konsep akomodasi adalah penyesuaian tingkah laku anak terhadap apa yang mereka lihat
  • Menurut Piaget pada saat anak menemukan sesuatu yang baru dan hal tersebut ia jadikan pengetahuan yang baru, maka ia melakukan asimilasi. Selanjutnya, bila ia gunakan pengetahuan baru itu untuk menambah atau mengubah konsepnya tentang sesuatu hal, maka ia melakukan akomodasi
Contoh. Jika anak melihat seekor harimau pada saat pertama kali mungkin ia menganggapnya harimau tersebut hanya seekor kucing besar. Akan tetapi jika anak tersebut mengakomodasikan penglihatannya, mungkin harimau tersebut memang bukan seekor kucing besar, akan tetapi itu adalah harimau yang sesungguhnya. Selanjutnya anak tersebut mengetahui bahwa harimau tidak persis sama dengan kucing besar.
Setiap pengetahuan baru selalu menambah wawasan anak untuk memahami sesuatu
Adapun teori perkembangan proses berpikir anak menurut Piaget mempunyai tahapan-tahapan perkembangan kognitif yang mendasar. Dilanjutkannya tentang tahap-tahap perkembangan kognitif adalah proses perkembangan anak secara step by step dan tiap tahap merupakan tahap dasar dari tahap selanjutnya. Meskipun ada anak-anak lain yang berkembang secara cepat, namun tahapan tersebut harus melewati tahapan secara teratur.
Contoh Anak yang bisa berjalan diawali dengan merangkak lalu berpegangan kepada benda.
Masa periode anak sebelum sekolah dibagi menjadi dua fase periode yang mendasar yaitu fase periode sensori motor (dari lahir sampai usia dua tahun) dan fase periode preoperational (dari usia dua tahun sampai tujuh tahun).

Pada setiap fase Piaget menggambarkan perkembangan bahasa, bermain dan moralita (mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk) serta perkembangan anak untuk memahami pengertian tentang waktu, ruang dan jumlah.

Dibawah ini adalah penjelasannya ;

Periode Sensori Motor

Pada fase ini anak tidak begitu banyak berfikir, tetapi ia lebih banyak bereaksi terhadap lingkungan dan berusaha untuk mengenalnya. Anak mulai mengembangkan kemampuannya untuk melihat, meraih, menyentuh, dan memegang. Dengan demikian dalam perkembangan ini ia muali bertindak secara aktif.

Pada tahap ini anak suka mengulangi pengalaman yang menyenangkan dan membuatnya mampu menguasai hal baru. Ia belajar dengan menggunakan kemampuan fisik dan pengalaman mencoba-coba. Terkadang anak suka mendengarkan gemerincing (percikan suara dari benda sejenis seng atau besi). Serta dalam mendengarkan suara tersebut ia akan menggoyang-goyangkan kembali ceraca berulang ulang. Ia belajar dari banyak kesalahan yang ia lakukan dengan mencoba-coba dan mengulangi kegiatan belajarnya.

Akhir dari tahapan ini ditandai dengan munculnya sikap mencoba-coba dengan menggunakan kemampuan tangannya. Ia akan mengetahui suatu obyek (benda) itu ada meskipun ia tidak melihatnya kembali. Ia mulai bisa berfikir tanpa suatu obyek selalu ada didepannya.

Periode Operasional

Sikap mencoba-coba tetap merupakan modal belajar pada periode ini. Setelah usia dua tahun kemampuan anak untuk berbicara berkembang dengan sangat pesat. Pemahamannya terhadap lingkungan bertambah dengan seiringnya waktu. Ia mulai mengenal konsep-konsep dalam belajar. Mulai menggunakan imajinasi dan sambil bermain ia menemukan banyak ide-ide.

Pada periode ini anak akan selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Bila ia belum menemukannya ia akan selalu bertanya. Meskipun pertanyaanya sepele bahkan tidak masuk akal (tidak sesuai dengan tema pembicaraan). Namun ketika anda berusaha menjawab pertanyaan yang sepele dan tidak msuk akal tersebut maka anda turut membantu proses berfikir dan pemahaman anak.
Contoh Bagaimana cara seorang ibu yang mencoba berbincang-bincang dengan anaknya yang belum lancar berbicara. Namun dengan mimik/ekspresi wajah sang ibu sepertinya si anak mulai menikmati perbincangan tersebut.
Dengan menghubungkan sesuatu yang ada disekitar dirinya, anak mulai menemukan jawaban siapa dirinya. Kesadaran diri ini kemudian akan membuatnya menjadi rasa percaya diri. Ia ingin melakukan sesuatu dengan caranya sendiri serta mengembangkan kemampuanya. Ia ingin berbicara banyak, ingin naik turun tangga sendiri, dan ingin berpakaian sediri. Dan pada tahap inilah anak mulai mengembangkan banyak kemampuan baru. Sehingga menjadikannya seorang anak yang menghadapi banyak pengalaman dan anak mulai mengembangkan cara berfikirnya terhadap lingkungan sekitar.

“Beli gula diberi terasi. Sekian dari saya dan terimakasih”
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar