Permainan Bentengan - Blog Pak Yogi

Permainan Bentengan

Bentengan adalah salah satu jenis permainan tradisional di Indonesia. Mulai dari pedesaan hingga perkotaan semuanya mengenal jenis permainan ini. Namanya “Bentengan” tentunya dimana kedua tim saling berlomba untuk merebut benteng lawan. Selanjutnya apabila salah satu pemain terpegeng oleh lawannya maka dia harus dipenjarakan. Tapi tenang selama kita masih punya teman, kita masih dapat diselamatkannya.

Tidak tahu kapan awal mula permainan ini dimainkan, yang pasti sejak lama permainan ini memang sudah ada. Banyak asumsi dikalangan masyarakat bahwa permainan ini muncul pada jaman ketika rakyat Indonesia merebut kemerdekaannya. Asumsi tersebut sedikit masuk akal dipikiran saya, mungkin karena pada jaman dulu rakyat masih dibatasi dalam berkomunikasi, jadi mereka menggunakan kode-kode seperti menciptakan suatu permainan.

Permainan bentengan sering kali dijadikan inspirasi, diantaranya dalam latihan TNI (Tentara Nasional Indonesia). Mungkin teman-teman yang didesa pernah melihat bentuk latihannya seperti apa?. Ya, didalam latihan itu satu kelompok Prajurit TNI (entah 10 atau 15 Prajurit) diberi tugas untuk menjaga benderanya masing-masing. Selanjutnya apabila didalam satu kelompok TNI tersebut mampu merebut bendera lawannya (kelompok Prajurit TNI yang lain) maka dinyatakan sebagai pemenangnya.

Baru-baru ini ada juga sebuah game online yang sangat populer di Indonesia yaitu “MOBA” (mobile legends) yang sepertinya terinspirasi dengan permainan bentengan. Jujur saya tidak memainkan game tersebut, bukan karena tidak suka tapi ini masalah hoby. Pernah suatu hari teman saya menanyakan, kamu tidak main mobile legens kah?. Dengan pertanyaan tersebut saya balik tanya kepadanya, apa itu mobile legens?. Seketika itu teman saya menjelaskan cara bermainnya sambil memperlihatkan androidnya kepada saya. Dari penjelasannya saya teringat dengan permainan bentengan, hanya saja di permainan game tersebut lebih dari 2 benteng dan timnyapun lebih dari 2 tim.

Ditinjau dari aspek rekreasi permainan bentengan tidak ditentukan jumlah pemainnya, asal ada yang ikut dipersilakan (hal ini biasanya terjadi dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat). Tapi setidaknya dalam satu tim minimal harus ada 5 orang tujuannya agar permainnan akan terlaksana dan seru. Seperti pembahasan diatas permainan bentengan adalah permainan yang dimainkan oleh dua tim yang saling merebut benteng lawan. Selanjutnya apabila salah satu pe….(baca paragrap sebelumnya aja ya).

Dalam pembahasan kali ini saya ingin menjelaskan bagaimana jika permainan bentengan dipertandingkan. Ya tentunya sedikit dimodifikasi ibarat sayur ditambah lagi bumbu dan jenis sayurannya (asalkan cocok). Dibawah ini adalah gambar lapangan permainan bentengan.
https://www.munawirsuprayogi.com/2018/06/bentengan.html
Gambar Lapangan Bentengan
Keterangan
  • Titik A dan C adalah benteng masing-masing tim.
  • Titik 1 dan 4 adalah penjara (tempat tawanan bagi lawan).
  • Panjang garis A dan B adalah 20 meter.
  • Jarak antara penjara dengan benteng adalah 10 meter.
Perlu dicatat ukuran lapangan diatas adalah ukuran anak usia remaja (anatara usia 13 tahun s/d usia 21 tahun hingga lebih). Untuk usia anak-anak (antara usia 6 tahun s/d usia 12 tahun) ukuran lapangannya menyesuaikan (lebih kecil ukurannya). Adapun wasit ada 5 yaitu 1 sebagai wasit pemimpin dan 4 sebagai wasit pembantu. Terbayangkan bagaimana ricuhnya jika permainan ini dipertandingkan dengan dipimpin satu wasit saja.

Tugas dan Wewenang Wasit dalam Permainan Bentengan

  1. Wasit pemimpin bertugas untuk memimpin jalannya pertandingan dari awal sampai selesai. Adapun kewenangannya adalah mutlak/tidak bisa diganggu gugat. Diantaranya memberi hukuman dan peringatan kepada pemain. Adapun Atribut yang dibawa adalah pluit, koin, jam tangan dan kartu (kartu merah dan kartu kuning).
  2. Wasit berkewajiban meyampaikan tentang peraturan, larangan dan tata cara permainan.
  3. Wasit berkewajiban mengundi untuk menentukan mana tim yang harus memilih benteng atau tempat.
  4. Empat wasit pembantu tugasnya membantu wasit satu/pemimpin. Adapun kewenangannya memberi peringatan dan kewajibannya menginformasikan kepada wasit pemimpin. Atributnya adalah bendera dan jam tangan.
  5. Peringatan diberikan jika ada salah satu pemain yang dianggap kurang sportif. Misalkan tindakan menyela lawan, selalu membenarkan anggapannya, anarkis, dan merusak jalannya permainan.
  6. Kartu kuning pertama diberikan ketika salah satu pemain melanggar peraturan permainan. Apabila hal tersebut dilakukan sampai berulang kali (misalkan 2 hingga 3 kali) maka kartu kuning kedua harus diberikan, dalam hal tersebut bisa diberikan kartu merah dan harus meninggalkan permainan.

Peraturan Permainan Bentengan

  1. Semua pemain harus mematuhi keputusan wasit.
  2. Semua pemain harus bermain sportif.
  3. Setiap tim harus ada kapten sebagai pemimpin tim.
  4. Pemain yang mengalami cidera harus ijin/memberi tahu kepada wasit.
  5. Pemain tidak boleh lari terlalu jauh keluar dari batas garis lapangan.
  6. Pemain diperbolehkan menyentuh benteng lawan dari arah manapun.
  7. Kedua tim harus menyelesaikan permainan sampai selesai.

Atribut pemain Bentengan diharapkan ;

  1. Masing-masing tim harus menggunakan kostum yang sama dalam satu tim.
  2. Kedua tim harus menggunakan kostim yang warnanya berbeda. 
  3. Menggunakan atribut lengkap (sepatu, kaos dan celana) serta bernomer punggung dan nama. 
  4. Dilarang menggunakan topi/penutup kepala. Dalam hal ini bisa mengganggu jalannya pertandingan.


Tatacara Permainan Bentengan

  • Kelima wasit berkumpul bersama masing-masing kapten tim untuk pengundian, penyampaian peraturan dan larangan pertandingan, serta meminta kesepakatan kepada kapten tim untuk bermain secara sportif.
  • Setelah pengundian selesai kedua tim menempati bentengnya masing-masing.
  • Peluit pertama bertanda permainan dimulai.
  • Kedua tim harus saling merebut benteng lawan.
  • Pemain yang terlebih dahulu keluar dari bentengnya, maka pemain tersebut menjadi pemain pasif (tidak boleh menyentuh lawan/harus menghindar dari sentuhan lawan).
  • Pemain yang keluar dari bentengnya setelah lawan, maka pemain tersebut menjadi pemain aktif (apabila menyentuh lawan tersebut, maka lawan tersebut harus ditawan).
  • Pemain yang ditawan harus menempati tempat yang sudah ditentukan sebagai penjaranya.
  • Jika pemain yang ditawan melebihi dari 1, maka posisi tangannya boleh saling bergandengan. Tujuannya untuk memudahkan teman pada saat akan menolong kita.
  • Pemain yang ditawan jika tersentuh tangannya atau badannya oleh kawan, maka masa tawananannya bebas.
  • Apabila teman tawanan yang diujung tersentuh maka teman yang berada di titik penjara akan ikut bebas.
  • Poin di atas akan gugur ketika tawanan berhasil disentuh lagi oleh lawan.
  • Pemain yang baru bebas boleh langsung menyentuh benteng lawan.
  • Tim yang yang berhasil memegang benteng lawan maka akan mendapatkan 1 poin.
  • Durasi waktu permainan 30 menit dikali 2 babak, dengan waktu istirahat 15 menit. Time out permintaan pelatih diberikan 3 kali dalam satu babak, sedangkan waktunya 5 menit dengan ketentuan sesudah masing-masing tim menyentuh benteng.

Manfaat Permainan Bentengan

  • Karena permainan bentengan memerlukan tenaga untuk berlari, maka baik sekali untuk melatih daya tahan otot, jantung dan paru-paru.
  • Meningkatkan kelincahan.
  • Melatih daya berpikir cepat tanggap dalam menyusun strategi.
  • Melatih daya berpikir cepat tanggap dalam menyelesaikan permasalahan.
  • Memupuk karakter juang, karena ingin meraih kemenangan dalam pertandingan.
  • Melatih kerja sama dalam satu tim.
  • Melatih karakter sportyfitas.
  • Melatih rasa toleran.
  • Melatih karakter disiplin, tanggung jawab, dan sifat kepemimpinan bagi kapten tim.
  • Melatih karakter dalam menerima kekalahan.

Penutup : Karena permainan bentengan di atas sifatnya adalah pertandingan maka jika hujan tidak boleh berteduh (he..he). Oke sekian dari saya terima kasih atas perhatiannya. “SUKSES SELALU”
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar