Ciri-Ciri Berita Hoax - Blog Pak Yogi

Ciri-Ciri Berita Hoax

Apa itu berita hoax???. Berita hoax adalah kabar pemberiataan bohong atau palsu yang dibuat secara sengaja yang bertujuan untuk membuat gaduh masyarakat. Biasanya berita hoax dibuat oleh oknum tertentu yang memang piawai dalam teknologi informatika dan dengan sengaja menyalahgunakannya. Mereka bekerja sangat terorganisir dan sedikit profesional.

Banyak alasan kenapa seseorang dengan sengaja membuat berita palsu. Yang pasti memang pemberitaan tersebut dibuat untuk menciptakan kegaduhan dan keonaran di kalangan masyarakat. Berbagai isu di kalangan masyarakat mereka ngkat dan dibuat terlalu berlebihan dan bahkan mengada-ada atau mungkin fiktiv.
https://www.munawirsuprayogi.com/2018/06/ciri-ciri-berita-hoax.html
Gambar Oleh Munawir Suprayogi
Selanjutnya, juga banyak latar belakangnya kenapa si pembuat berita palsu rela membuatnya. Diantaranyanya bisa karena materi, sentimentil, panatik pada golongan tertentu dan bahkan cuma iseng belaka (kurang kerjaan..). Sedangkan akibatnya merekapun juga sudah tahu, Pidana/kurungan penjara. Pelaku penyebar hoax bisa terncam pasal 28 ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik/ITE.
Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal 6 tahun dan denda maksimal 1 milliar Rupiah.
Memang kita sebagai masyarakat awam sulit sekali membedakan mana yang berita betulan dan mana berita yang palsu/bohong. Bagaimana tidak sulit membedakannya?!!. Karena mereka (si pembuat berita hoax) sangat ahli memanipulasi atau membuat kesan sama dengan yang aslinya mulai dari media, susunan kata dan kalimat, bahkan seakan-akan tempat kejadian yang dibuat begitu detailnya (si jago edit foto).

Baca Juga
Kita hidup diera digital/android/smartphon/serba canggih dan serba cepat. Selanjutnya banyak sekali macamnya media sosial sekarang ini, mulai dari Facebook, Whatsapp, Linkedin, Pinterest dan lain sebagainya. Tentunya pemberitaan tersebut akan mudah tersebar dan bahkan langsung kesasaran (tangan masyarakat). Kita tahu sekarang smartphon bukan barang yang langkah lagi kan?. Hampir semua orang memilikinya..braw.. sehingga media sosial sering dijadikan jalan mulus bagi pemberitaan bohong. Namun tahu tidak?. Bahwasannya ada sedikit tanda-tanda atau ciri-ciri yang bisa kita ketahui apakah media itu asli atau bukan?. Berikut penulis beri tips mengetahui ciri-ciri apakah media itu asli atau tiruan.

1. Perhatikan alamat link domainnya

Untuk mengetahui Ciri-Ciri Berita Hoax yang pertama adalah dengan memperhatikan alamat link domainnya. Biasanya perusahaan pemberitaan besar tidak ada tanda embel-embelnya. contoh liputan6. com berarti asli, liputan-6. com berarti palsu, kompas. com asli, konpas atau kom.pas. com berati palsu dls.

Perlu digaris bawahi mereka pembuat berita hoax sering membuat sama tampilan medianya dengan yang asli. Ya, sedikit mengelabuhi pembaca. Mulai dari warna, tata letak halaman, model tulisan dan yang lainnya.

2. Tidak menyertakan alamat riel kantornya

Kebanyakan perusahaan pemberitaan menyertakan alamat riel dimana kantornya berada, seperti nama Jalan, No, POBOX dan bahkan Nomor Telpon kantor dls.

3. Tidak menyertakan halaman

About, kontak, pripacy policy, disclaimer dls. Halaman-halaman tersebut sangat penting, denga adanya halaman tersebut berarti siempunya web atau blog bersedia mematuhi perundang-undangan yang berlaku mengenai ITE.

4. Tidak menyertakan nama penulisnya/author

Sangat tidak bertanggung jawab sekali jika sebuah web atau blog tidak menyertakan nama penulisnya dan menyertakan siapa yang mempunyai web atau blog tersebut. Terkesan menutup-nutupi siapa dan dimana mereka berada bukan?..

5. Tidak menyertakan alamat media sosial lainnya

Seperti Fb, Twitter dan yg paling penting G+ (google plus). Bukannya sipembaca ingin mengetahui latar belakang/kepribadian si empunya, tapi setidaknya mereka yang membuat berita tersebut dapat diketahui keberadaannya. Seperti tempat tinggal, kerabatnya, temannya, tempat kerja dan lain sebagainya.

6. Tidak menyertakan susunan organisasi

Seperti ketua, penanggung jawab, dan seksie-seksie lainnya. Sangat tidak professional jika notaben web atau blognya sebagai media pemberitaan tidak menyertakan susunan organisasinya dan yang terpenting penanggung jawabnya.

7. Artikelnya cuma sedikit bahkan cuma 1 aja

Untuk yang satu ini tidak perlu dibahas (Penghoax kelas teri).

8. Lihat tanggal penerbitannya atau publikasinya

Biasanya si pembuat berita hoax memanipulasi tanggal kejadiannya dan penerbitannya. Dalam artian begini, ketika kejadian gunung berapi meletus ditahun yang lalu (katakan saja tahun 2016) selanjutnya berita baru tersebar di tahun sekarang (2018).

link gambar tersebut menunjukkan
pembuatannya bulan 11 tahun 2016
link gambar tersebut menunjukkan
pembuatannya tanggal 28 bulan 3 tahun 2018 

9. Cari tahu apakah pemberitaannya pernah ditayangkan di Televisian Indonesia

Hal yang paling mudah untuk mengetahui berita itu benar atau tidak adalah dengan mencari tahu di media pertelevisian, apakah pernah tayang atau tidak. toh, jika pernah tayang jika berita itu bohong pemberitaan di TV juga akan memperjelasnya. Selanjutnya Cari tahu sumber dimana kejadiannya, Misalkan kejadiannya di daerah tertetu ("palembang") alangkah baiknya anda menghubungi kerabat/teman yg ada disana.

10. Jika itu dari Fanspage Facebook

Lihat postingan yg lainnya apakah saling berkesinambungan/berhubungan temanya antara postingan yg satu dengan postingan yang lain. Biasanya sipembuat berita hoax tidak akan berkali-kali membuatnya. Dalam artian begitu kita buka berita tersebut di fanspage siempunya jangan lupa untuk menyempatkan skrul ke bawah smartphon anda, apakah postingan yang lainnya sesuai atau tentang berita semua. Ya, jangan-jangan gambar kingkong telanjang.wkwkwk.

11. Teliti komentar-komentar orang lain terhadap berita tersebut

Yang satu ini adalah cara yang paling ampuh untuk mengetahui apakah berita itu benar atau palsu. Baca-baca saja dan perhatikan isi dari komentar pengunjung lainnya. Biasanya mereka yang berkomentar lebih mengetahui dan bahkan memberi penjelasan secara detail dengan pemberitaan tersebut.

Pesan saya “jangan keburu ngeshare pemberitaan di media sosial sebelum anda memahami dan mengetahui kebenarannya”.]]]
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar