Kebobrokan Politik Indonesia Zaman Now (2018) - Blog Pak Yogi

Kebobrokan Politik Indonesia Zaman Now (2018)

Asslamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh, salam sejahtera bagi kita semua - Politik terkadang penuh intrik terkadang juga menggelitik. Kawan bisa menjadi lawan dan lawan bisa menjadi kawan. Dulu bergandengan kini berpapasan. Hari ini memuji besok jadi menghujat. Itulah dunia politik yang memang harus banyak taktik meski dikritik.

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/06/kebobrokan-politik-indonesia-zaman-now.htmlPembahasan kali ini penulis ingin mengutarakan semua isi hati/pendapat pribadi (uneg-uneg) terhadap oknum pelaku penggiat politik di Negri ini (bukan politikus tapi, oknumnya ya?..). Anggap saja sebagai pendapat yang dikeluarkan oleh salah satu warga Negara Republik Indonesia (yang tak dirindukan). Asyek asyek Josh….!!! Biar g’ tegang oeu..

Kita tahu negeri Indonesia adalah negeri yang sagat luas. Selain itu Indonesia adalah bangsa yang kaya akan berbagai suku, budaya, agama, kepercayaan, dan aliran. Namun hal tersebut tidak membuat masyarakat Indonesia terpecah belah. Semuanya rukun, aman, damai, dan sentosa.

Sedikit berbagi pengalaman pribadi saja, ketika saya berada di Bali teman-temanku berkata “Jangan bicarakan Agama” (memang waktu itu teman pergaulan saya berbeda-beda agamanya) dan ketika saya di Kalimantan teman-temanku berkata “jangan bicarakan suku” di sini hampir semua suku di Indonesia kumpul jadi satu (Tana Paser-Kalimantan Timur). Tapi dengan sikap saling toleran kita bisa menjaga satu sama lain.

Beradaban Indonesia sudah ada sejak berabad-abad lamanya. Mungkin, dikalangan pembaca ada yang pernah mendengar situs tertua yang berada di Kabupaten Cianjur – Jawa Barat, nenek moyang orang madagaskar adalah keturunan orang Indonesia, nama Makassar yang berada di Afrika Selatan, dan sejarah Cocos Island. Beradaban kerajaa-kerajaan di Nusantara yang ahli dalam bidang pembuatan persenjataan, kemaritiman, dan masyarakat yang menguasai di bidang pertanian. [Baca Juga 76 Kerajaan Di Indonesia]. Selanjutnya, jika kita berkaca pada sejarah tersebut maka sudah seharusnya sekarang Orang indonesia sudah harus berpikir luas, jernih, bijak dan dewasa (intelek).

Tahun 2018 adalah tahun politik perebutan kursi nomor satu di Indonesia sudah semakin ramai. Ya, memang sih,, belum waktunya memasuki masa kampanye. Tapi dikalangan orang-orang penggiat partai sudah mulai dijadikan moment untuk mencuri start. Yang lebih heran lagi, mereka saling mengunggulkan kandidatnya dan menjatuhkan lawannya.

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/06/kebobrokan-politik-indonesia-zaman-now.htmlAda beberapa yang menurut saya lucu sekaligus sedikit miris yaitu tentang berbagai isu yang dimunculkan. Mulai dari isu infrastruktur, agama, ekonomi, etnis yang menurut saya tidak perlu dijadikan alat untuk perebutan kekuasaan pemerintah di periode selanjutnya (Kasihan Rakyat Kecil “nelangsa”). Oh ya,, bahkan ajakan-ajakan mereka ngawur dan menurut saya sangat merugikan masyarakat luas. Seperti contoh gambar berikut dibawah ini yang saya ambil dari Facebook.






Contoh gambar spanduk politik
Kalimat yang berada di spanduk tersebut adalah tindakan perampasan Hak Asasi Manusia. Ah.. terlau berlebihan nich penulis. Oke berikut penjelasannya ; kita makan rata-rata berapa kali dalam sehari? Jawabannya rata-rata 3 kali. Lalu, kebiasaan mandi orang Indonesia sehari berapa kali? Jawabannya 2 kali dalam sehari. Terus kenapa tidak sekalian saja kalimat spanduk di atas diganti dengan kalimat seperti berikut “Yang Setuju Ganti Presiden Makan 3 kali” atau “Yang Setuju Ganti Presiden Mandi 2 kali” tuh kan jadi ribet urusannya jika seperti itu, bisa-bisa kita makan sehari hanya 2 atau 1 kali saja dan mandi 1 kali saja dalam sehari. Karena hal tersebut menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat atas isu yang ada. Poinnya bukan masalah berapa kali, tapi terletak pada “Klakson” yang sudah menjadi kebiasaan dalam kegiatan sopir-menyopir. Selanjutnya hal tersebut akan mempersempit tindakan/kebiasaan sehari-hari kepada masyarakat kita (politik mah politik, tapi bukan begitu caranya). Dan akibat dari kalimat tersebut bisa jadi bisa membuat keresahan masyarakat..

Bahwasannya dalam dunia persopiran khususnya truk, mereka mempunyai kode-kode khusus dalam berkendara (dalam hal menggunakan alat navigasi yang ada di kendaraannya. Contoh klakson dan retting). Tujuannya untuk menjaga keselamatan antar sesama sopir dalam berkendara di jalanan (berkomunikasi). Mengkelipkan lampu retting kanan 2 kali dengan cepat biasanya kode tersebut digunakan untuk memberi tahu kendaraan di belakangnya bahwasannya supaya manyalib/mendahuluinya (di depan sudah tidak ada kendaraan/sepi). Kode mengkeplipkan lampu retting kanan secara terus-menerus digunakan untuk memberi tahu bahwasannya di depan masih banyak kendaraan (jangan menyalib) atau digunakan untuk menyalib (kejarorderan/keburu-buru). Adapun bunyi klakson atau bel yang mereka lakukan adalah sesuatu tindakan yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari (entah itu 2 kali, 3 kali, 100 kali terserah mereka) dan biasanya untuk menyapa rekan satu kantornya jika berpapasan.


Cerita Pendek Agak Lucu; judul Orang yang termakan isu klakson

Pim pim pim (bunyi klakson 3 kali).

“Wow brow ada sopir yang membunyikan klakson 3 kali tuh. Wah ini lawan politik kita nih brow. Kita samperin yuk”. Seorang penggiat politik pro 2019 ganti presiden mengajak temannya.

Tok tok tok (bunyi pintu mobil) “Assalamu’alaikum” Kata kedua orang tadi

“Siapa yah?” Tanya sopir

“ane bang. Penggiat politik pro 2019 ganti presiden” Kata salah satu orang yang tadi

Kreeeeeeekkkk (bunyi pintu mobil).

“Asstagfirullahal ‘adzim”. Dengan tiba-tiba kedua penggiat politik yang pro 2019 ganti presiden tadi terkejut.

“eh, kok Pak Jokowi, lagi ngapain pak bawa mobil sendirian” Kata salah satu orang yang tadi

“Ane lagi blusukan” Jawab Bapak Jokowi

“Bay The Whay kenapa Bapak mengklakson 3 kali? Bapak pro 2019 ganti presiden ya?”.

Singkat cerita wkwkkwkwkwk dari saya (imajinasi).



KESIMPULAN ; BUNYI KLAKSON 3 X (Kali) ADALAH TINDAKAN YANG WAJAR-WAJAR SAJA DAN SERING DILAKUKAN OLEH PENGENDARA SERTA TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN MENDUKUNG GANTI PRESIDEN TAHUN 2019.

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/06/kebobrokan-politik-indonesia-zaman-now.htmlKalau yang ini beda lagi, mungkin sebagian dari anda ada yang sudah membaca berita tersebut. gambar skrinsut saya ambil dari situs media pemberitaan terkenal m.detik. com. Sepertinya maksud dari kalimat di spanduk yang ada di situs tersebut adalah suatu apresiasi dari penggiat politik pro Presiden (Bapak Jokowi) atau mungkin sebuah balasan dari spanduk sebelumnya (penggiat lawan politik dari Bapak Jokowi).





Kesimpulan

  • Belajar berpikir jernih dan luas dari beradaban orang Indonesia yang sudah intelektual semenjak dahulu kala.
  • Persaingan yang kurang sehat dalam berpolitik mengakibatkan Bangsa Indonesia sulit untuk maju.
Pesan
  1. Jangan menggunakan kegiatan masyarakat yang sudah menjadi kebiasaan mereka sehari-hari sebagai alat berpolitik (klakson)
  2. Jangan berpolitik secara jahat dan jangan saling menjatuhkan satu sama lain. Karena hal tersebut menimbulkan keresahan bagi masyaraka kecil
  3. Kami mengharap kepada bapak-bapak dan ibu-ibu politikus yang kami kagumi untuk menjahui (tidak berteman) denagan oknum-oknum pendukung anda yang kurang sehat dalam berpolitik . Karena hal tersebut merusak reputasi/nama baik anda dalam berpolitik.
Kesan

  • I LOVE POLITIKUS BERSIH DAN JUJUR (YANG MASIH PEDULI SAMA NEGERI INI)
  • Sebagian masyarakat masih setia memantau kegiatan berpolitik anda, namun masih takut dalam mengeluarkan pendapat untuk berpartisipasi memajukan Negeri tercinta ini.



Sekian dari saya, Billahi taufik wal hidayah wassalamu’alaikum wa rahmahtullahi wa barokatuh.🙏
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar