Kepribadian Guru Yang Ideal - Blog Pak Yogi

Kepribadian Guru Yang Ideal

Sering kita mendengar tentang kata “Kepribadian”. Kepribadiannya buruk, kepribadiannya jelek, kepribadianya bagus, kepribadiannya menarik dan lain sebagainya. Lalu, apa itu yang dimaksud dengan kepribadian?.

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/06/kepribadian-guru-yang-ideal.html

“Suatu kelompok sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang dari prilakunya” (Theodore M. Newcomb).

Kepribadian adalah tingkah laku khas dan sifat seseorang yang membuatnya berbeda dengan orang lain” (Kartini dan Dali 2006).

“Abstraksi individu dan kelakuannya sebagaimana halnya sama dengan lingkungan masyarakat dan kebudayaan” (Robert Sutherland).

Kepribadian adalah beberapa ciri watak yang diperlihatkan seseorang secara lahir, konsisten, dan konsekuan” (Koentjaraningrat).

Terkait dengan penjelasan di atas ternyata tidak luput dengan masalah kejiwaan/psikologis seseorang.

Kemudian, apa itu yang dimaksud dengan guru?. Guru berasal dari bahasa sangsekerta dan jika diartikan secara harfiah yaitu “berat” (seseorang yang mengajarkan suatu ilmu).

Guru merupakan simbol bagi suatu tempat suci yang berisi ilmu/vidya dan juga berbagi ilmu. Seorang guru adalah pemandu spiritual atau kejiwaan murid-muridnya” (Dalam Agama Hindu).

Guru adalah orang yang memandu muridnya dalam jalan menuju kebenaran. Guru sebagai jelmaan Budha/Bodhisattva”. (Dalam Agama Budha)

Selanjutnya, orang Cina, India, Mesir mempercayai bahwasannya seorang guru sebagai pemberi pengajaran yang merupakan seorang imam atau nabi. Oleh sebab itu seorang guru sangat dihormati dan terkenal dilingkungan masyarakatnya, serta menganggap guru sebagai pembimbing untuk mendapat keselamatan dan dihormati melebihi orang tua mereka sendiri.

Guru Legendaris di Indonesia
  • -Ki Hajar Dewantara
  • -Abdurrahman Wahid/Gus Dur
  • -Ki Sarmidi Mangunsarkoro
  • -Dewi Sartika
  • -Haji Abdul Malik Karim Amrullah
  • -Maria Ulfa Santoso
  • -Sartono. Sumber (Wikipedia. org)

Dalam kamus bahasa Indonesia guru cenderung dartikan sebagai pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Tahun ini 2018 pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan disetiap jenjang sekolahan untuk melaksanakan Kurikulum 2013 (K-13) yaitu dimulai tahun pembelajaran 2018-2019.

Menurut UU nomor 14 tahun 2005 seorang guru harus memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kopetensi kepribadian, kopetensi sosial, dan kopetensi professional. Tentunya dengan adanya kompetensi yang terdapat pada UU tersebut berkaitan dengan bagaimana guru berhubungan dengan peserta didik, dengan sesama rekan guru, dengan masyarakat sekitar sekolah, dengan instasi terkait yang ada hubungannya dengan pendidikan.

Hal tersebut tidak lain untuk mendorong tujuan pemerintah dalam pembangunan nasional melalui bidang pendidikan yaitu dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia yang beriman, bertakwa, dan berahlak mulia. Serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Berikut kepribadian ideal yang harus dimiliki oleh guru

👉 Kepribadian yang mantap dan stabil

Kepribadian yang mantap dan stabil bertindak sesuai dengan norma hukum, bertindak sesuai dengan norma sosial,bertindak sesuai norma agama.

Norma Hukum adalah aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu misalnya pemerintah, sehingga dengan tegas dapat melarang serta memaksa orang untuk dapat berprilaku sesuai dengan keinginan pembuat peraturan itu sendiri.

Norma Sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi patokan prilaku dalam suatu kelompok msyarakat dan dibatasi wilayah tertentu. Norma sosial akan berkembang seiring dengan kesepakatan-kesepakatan sosial masyarakatnya (peraturan sosial).

Norma Agama adalah petunjuk hidup yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa dan disampaikan oleh utusanNya yang berisi perintah, larangan, dan anjuran.

👉 Kepribadian yang dewasa

Kepribadian yang dewasa menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos (semangat) kerja sebagai guru. Kedewasaan tidak dipengaruhi oleh umur, latar belakang pendidikan, keturunan, sosial. Namun kedewasaan itu timbul karena adanya permasalahan/problematika di sekitar terhadap individu. Lalu individu tersebut mampu bersikap dan menyelesaikan permasalahan/problematika secara matang dan bijaksana.

Berikut cara untuk mencapai kedewasaan dalam kehidupan sehari-hari ;

  • Menerima nasihat dengan baik
  • Memiliki kesadaran yang lebih tentang sesuatu hal
  • Memiliki pemahaman diri yang baik
  • Bagus dalam menahan diri
  • Mempunyai kemampuan untuk mengontrol ego
  • Bisa beradaptasi/memposisikan diri dengan baik
  • Mudah dibuat mengerti
  • Melihat dan menyimpulkan sesuatu secara imbang dan intelek
  • Selalu bersedia menyisihkan ruang untuk titik temu sebuah permasalahan
  • Melihat situasi dalam bentuk pilihan atau opsi-opsi

👉 Kepribadian yang berwibawa

Kepribadian yang berwibawa memiliki prilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik, memiliki prilaku yang disegani, mengandung kepemimpinan dan daya tarik. Ironisnya selama ini banyak yang beranggapan bahwa berwibawa haruslah berbadan tegap, berkumis tebal, berpakaian rapih dan bertampang galak/sangar.

Seseorang yang berwibawa biasanya low profil, tidak angkuh, namun memiliki kemampuan untuk bersikap rendah hati dan tidak terlalu menjaga jarak dengan orang lain.

Berikut cara supaya mempunyai kewibawaan;

  • Kenalilah diri anda sendiri
  • Bergaullah dengan semua golongan
  • Belajar untuk menjadi pendengar
  • Bicara cukup seperlunya
  • Selalu menatap mata lawan bicara
  • Menghargai seseorang terlebih dahulu

👉 Kepribadian yang arif

Kepribadian yang arif menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah dan masyarakat. Serta menunjukan keterbukaan dalam berfikir dan bertindak.
Kearifan adalah kemampuan bertindak dan memahami bagaimana seorang guru mengaplikasikan pengetahuannya di dunia nyata (pada waktu kejadian pada saat itu).

Pada saat ujian sekolah berlangsung ada seorang murid yang lupa membawa pensil, lalu sang murid itu berkata kepada gurunya “bapak saya lupa membawa pensil”. Lalu guru pun bertanya kepada murid yang lain “siapa diantara kalian yang membawa pensil lebih dari satu?”. Murid yang lainnyapun menjawab “kami hanya membawa pensil satu saja pak”. Setelah mendengar jawaban dari murid yang lainnya tersebut sang guru pun meminjamkan pensilnya kepada murid yang tidak membawa pensil tadi. Dalam kejadian tersebut guru bisa dikatakan sebagai guru yang arif.

Lalu bagaimana jika ada kedua murid yang tidak membawa pensil, dan gurupun membagi pensil tersebut menjadi dua untuk digunakan oleh masing-masing murid tadi?. Dalam kejadian tersebut guru bisa dikatakan sebagai guru yang bijaksana.

Lalu bagaimana jika guru tersebut menyuruh pulang atau menyuruh beli pensil dengan waktu 3 menit untuk kembali karena suatu peraturan yang ada disekolahan?. Maka dalam kejadian tersebut guru bisa dikatakan sebagai guru yang tegas.

Dan yang terakhir jika ada seoarang murid berkata kepada gurunya tidak membawa pensil karena lupa. Namun guru tersebut diam saja dan cuek, maka guru tersebut termasuk guru yang koplak(bahasa jawa).

👉 Berakhlak mulia

Berakhlak mulia dapat menjadi teladan sesuai norma religius diantaranya iman dan taqwa, jujur, ikhlas, dan suka menolong.

Salah satu akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.

  • Beliau selalu megawali salam kepada setiap orang yang dijumpainya
  • Ketika berjabat tangan beliau tidak pernah melepaskan terlebih dahulu
  • Ketika berbicara dengan seseorang beliau selalu mendengarkan dengan baik dan selalu menghadapkan wajah kepada lawan bicaranya (tidak prnah memalingkan muka)
  • Tidak pernah memotong pembicaraan orang lain.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat...🐣
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

6 Komentar

  1. Salam kenal.... :)
    adalah benar panutan kita adalah nabi Muhammad SAW.. Beliau adalah sebaik2 guru..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam Kenal Juga Bang..(y) Semoga selalu tercurahkan Karunia, Kedudukan yang luhur, Kelebihan, Kemuliaan, dan Derajat yang tinggi kepada Junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

      Hapus
  2. Figur guru ideal menurutku : punya wibawa atau kharisma, tidak terkesan sebagai sosok yang menakutkan dan memberikan contoh yang baik perilakunya, baik di dalam sekolah juga di luar sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar apa yang pian utarakan bang..(h).. saya setuju sekali dan semoga pendidikan di Indonesia semakin maju atas dukungan semua pihak.

      Hapus
  3. Jadi guru berat. Tapi lebih berat lagi adalah: orang tua mengharapkan anak-anak menjadi sempurna di bawah bimbingan guru, tapi lupa turut mendidik di rumah .

    BalasHapus
    Balasan
    1. -Menurut makna harfiahnya/yg paling mendasar dalam bahasa sangsekerta "Guru adalah Berat". Namun, jika diartikan secara istilahnya guru adalah orang yang menyampaikan suatu ilmu.
      - Mohon maaf sebelumnya, bukan bermaksud untuk menggurui mbaknya. Hanya ingin menyampaikan pendapat semoga mendapat pencerahan satu sama lain (semoga bermanfaat). Masalah orang tua/wali murid yang lupa turut mendidik dan merenyerahkan pendidikan anaknya dengan sepenuhnya kepada pihak sekolah adalah hal yang keliru/hilafiyah. Tapi, kita adalah seorang pendidik yang diluluskan oleh Perguruan Tinggi, yang mana dalam visi Perguruan tinggi yaitu Tri Dharma Pendidikan salah satunya "Pengabdian Kepada Masyarakat", poinya selain kita bertugas di dalam sekolahan kita harus mampu bersosialisasi dengan masyarakat yang ada di kampung tempat sekolahan tersebut. Jadi, dengan harapan orang tua mereka mengerti dan paham makna dari pendidikan (dengan pelan-pelan kita sampaikan kepada mereka).

      Hapus

Silahkan meninggalkan pertanyaan, kritik, dan saran.