Fakta : 5 Perjuangan Bangsa Indonesia Pasca Proklamasi Kemerdekaan - Blog Pak Yogi

Fakta : 5 Perjuangan Bangsa Indonesia Pasca Proklamasi Kemerdekaan

17 Agustus 1945 proklamsi kemerdekaan Indonesia telah dibacakan oleh Sang Proklamator Ir. Soekarno dan Drs. H. Mohammad Hatta di Jakarta. Setelah dibacakan proklamasi kemerdekaan maka bangsa Indonesia dinyatakan syah berdaulat sebagai negara yang seutuhnya (Bangsa yang merdeka).
http://www.munawirsuprayogi.com/2018/08/5-perjuangan-bangsa-indonesia-pasca-proklamasi-kemerdekaan.html
Namun, tahu tidak ?. Setelah proklamsi dibacakan oleh Sang Proklamator. Bangsa Indonesia harus menghadapi permasalahan-permasalahan baru yang menurut penulis sangat pelik. Permasalahan-permasalahan tersebut datang dari luar maupun dalam negeri. 

Tidak mendapatkan pengakuan kedaulatan dari pihak sekutu diantaranya. Permasalahan tersebut membuat bangsa Indonesia harus bersi keras berjuang sampai titik darah penghabisan. Selanjutnya Bangsa Indonesia harus menempuh banyak cara dalam perjuangannya. Diantara perjuangan tersebut ditempuh dengan jalur angkat senjata dan hingga jalur politik.

Sebenarnya ada banyak sekali perjuangan-perjuangan Bangsa Indonesia yang dihadapi setelah kemerdekaan. Namun disini penulis ingin memaparkan yang menurut penulis paling penting dan bersejarah.

Berikut 5 perjuangan yang dihadapi Bangsa Indonesia pasca/setelah proklamasi kemerdekaan ;

1. Perjuangan dalam mengamankan dokumentasi moment proklamasi kemerdekaan Indonesia

Peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita hingga kini, dikarenakan manuver-manuver jitu para pahlawan kemerdekaan bangsa kita. Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka. Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor (sebuah gerakan perjuangan). Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar.

Padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja oleh Frans Mendoer (Si Pemotret). Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Lalu bagaimana jika Mendoer bersikap jujur kepada Jepang?.

2. Perjuangan menyebarkan kabar kemerdekaan ke seluruh wilayah Indonesia

Nippon sangat bersi keras menutupi sejarah Bangsa Indonesia. Karena, semua kantor berita dan radio masih di bawah kendali Jepang. Sehingga membuat Bangsa Indonesia harus memutar otak dalam menyampaikan kemerdekaannya ke seluruh wilayah Indonesia. Namun, atas perjuangan yang gigih, penyebaran berita Proklamasi Kemerdekaan dilakukan secara cepat ke seluruh wilayah Indonesia, meski dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Pada awalnya, pemuda berusaha mengambil alih kantor radio Hoso Kyoku (sekarang RRI), tetapi tidak berhasil. Kemudian atas perintah Adam Malik, pemuda yang bekerja di Domei (sekarang ANTARA), naskah proklamasi berhasil disiarkan melalui kawat (morce cast) oleh kantor berita Domei. Siaran melalui kawat itu dilakukan oleh markonis (operator radio) Wua dan diawasi oleh markonis Soegiarin. Berita itu berhasil ditangkap di San Fransisco (AS) dan Australia. Selain itu, pada pukul 19.00 malam, Jusuf Ronodipuro berhasil menyiarkan teks proklamasi melalui radio Hoso Kyoku. Penyebaran berita proklamasi juga dilakukan melalui mulut ke mulut, selebaran, teriak-teriak, dan lain-lain. Juga melalui graffiti action di tembok-tembok, trem kota, gerbong-gerbong kereta api, dan lain-lain.

3. Kembalinya sekutu memasuki wilayah kedaulatan Indonesia

Sekutu membuat sebuah sangkaan bahwa setelah penyerahan Jepang kepada Sekutu tanpa syarat tanggal 14 Agustus 1945 mereka memiliki kemibali hak atas kekuasaan Jepang di berbagai wilayah Indonesia.

Ketika Belanda kembali ke Indonesia setelah beberapa tahun belakangan menyerah kepada Jepang 8 Maret 1942 dan melarikan diri ke Australia. Belanda kemudian menganggap bahwa Indonesia dalam masa kekosongan pemerintahan.

Bagi sekutu setelah selesai PD II, maka negara-negara bekas jajahan Jepang merupakan tanggungjawab Sekutu. Sekutu memiliki tanggungjawab pelucutan senjata tentara Jepang, memulangkan tentara Jepang, dan melakukan normalisasi kondisi bekas jajahan Jepang khususnya di Indonesia.
Sekutu masuk ke Indonesia melalui beberapa pintu wilayah Indonesia yang berada di daerah yang merupakan pusat pemerintahan bekas pendudukan Jepang. Seperti ; Jakarta, Semarang, dan Surabaya.
Setelah PD II, terjadi perundingan Belanda dengan Inggris di London yang menghasilkan Civil Affairs Agreement.
Isi dari perundingan Civil Affairs Agreement adalah tentang pengaturan penyerahan kembali Indonesia dari pihak Inggris kepada Belanda. Khusus yang menyangkut daerah Sumatra, sebagai daerah yang berada di bawah pengawasan SEAC (South East Asia Command). 

4. Perjuangan menghapus kelompok-kelompok radikal

- Kelompok Islam Radikal

Diantaranya radikalisme agama yang dilakukan oleh gerakan Islam garis keras. Gerakan ini telah muncul pada masa kemerdekaan Indonesia. Gerakan dimaksud adalah DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) dan Negara Islam Indonesia (NII) yang muncul era 1950- an (tepatnya 1949).

Darul Islam atau NII mulanya di Jawa Barat, Aceh dan Makassar. Gerakan ini disatukan oleh visi dan misi untuk menjadikan syariat Islam sebagai dasar negara Indonesia. Gerakan DI ini terhenti setelah semua pimpinannya terbunuh pada awal 1960- an.

Selanjutnya di tahun 1970-an dan 1980-an gerakan Islam garis keras muncul kembali. Seperti ; Komando Jihad, Ali Imron, kasus Talangsari oleh Warsidi dan Teror Warman di Lampung untuk mendirikan negara Islam, dan semacamnya.

- PKI (Partai Komunis Indonesia)

KRONOLOGIS
  • Salah satu petinggi PKI Sjam Kamaruzzaman bekerjasama dengan komandan Resimen Cakrabirawa (pasukan pengaman presiden). Letkol Untung Syamsuri untuk menggagalkan rencana kudeta tersebut dengan cara menculik perwira tinggi yang diduga tergabung dalam Dewan Jendral. Para jenderal tersebut kemudian diculik, disiksa oleh anggota-anggota PKI dan organisasi-organisasi bawahannya seperti Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) dan Lekra (Lembaga Kebudajaan Rakjat) menandatangani surat pernyataan (sebelum akhirnya dibunuh) yang menyatakan bahwa mereka adalah anggota Dewan Jenderal.
  • Keesokan harinya setelah aksi pembunuhan tersebut, Letkol Untung dengan di bawah pengawalan pasukan tidak dikenal mengumumkan lewat Radio RRI bahwa dini hari itu dia melakukan "pengamanan" terhadap Presiden dari para jendral yang akan melakukan kudeta. Kejadian penculikan ini kemudian diketahui Mayjend Soeharto, yang waktu itu menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
  • Besok harinya, Soeharto langsung menggerakan pasukannya untuk mencari para Jendral yang hilang dan mengusir pasukan-pasukan tidak dikenal tersebut. Sampai pada tanggal 1 Oktober siang hari, Soeharto berhasil mengambil alih RRI dari tangan pasukan yang disusupi PKI. Soeharto mengumumkan bahwa terjadi penculikan jenderal-jenderal yang diduga digagas oleh PKI.
  • Beberapa hari setelah itu, muncul berita-berita di media cetak asuhan TNI seperti Angkatan Bersendjata dan Berita Yudha yang intinya mengatakan bahwa dalang penculikan terhadap jendral-jendral itu adalah PKI, termasuk berita bahwa jendral-jendral itu mengalami penyiksaan terlebih dahulu hingga akhirnya dibunuh.
Apakah G 30 S didalangi oleh pihak asing yang berkepentingan terhadap terjadinya suksesi di Indonesia? Hal ini memang tidak dapat dilepaskan dari situasi politik dunia di tahun 1960-an, ketika komunisme global mengalami ekspansi dan pihak barat (AS-Inggris) gencar menanamkan pengaruh di Negara dunia ketiga untuk membendung pengaruh komunis. Soekarno menunjukkan identitasnya sebagai pemimpin dunia ketiga yang berkarakter. Pengaruh Soekarno cukup disegani di Negara - negara barat. Maka ketika Soekarno menolak utang Luar Negeri, menentang Malaysia (yang dianggapnya sebagai Negara boneka imperialis) dan terus – menerus mengkampanyekan anti – Nekolim ; tak mengherankan apabila intelejen barat sangat intelejen barat sangat menantikan momentum terjadinya suksesi di Indonesia. Beberapa pihak menduga , CIA (Centre of Intelligence Agency) aktif mensponsori gerakan yang bertujuan untuk menggulingkan Soekarno dan membasmi komunisme di Indonesia. Mereka memprakondisikan situasi dan aktor – aktor antikomunis domestic yang pro-Baratlah yang mengerjakan finishing-nya. Versi keterlibatan CIA ini memperkuat argumenya dengan bukti – bukti empirik keterlibatan intelijen asing dalam gejolak politik di Indonesia.

5. Perjuangan merebut Papua Barat

Persengketaan Irian Barat (1950–1962), juga dikenal sebagai Persengketaan Nugini Barat, adalah sebuah konflik diplomatik dan politik antara Belanda dan Indonesia terhadap wilayah Nugini Belanda. Ketika Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 27 Desember 1949 setelah Revolusi Nasional Indonesia, pemerintah Indonesian mengklaim bahwa setengah Nugini yang dikuasai oleh Belanda pada dasarnya berada pada wilayah Hindia Belanda dan bahwa Republik Indonesia yang saat itu baru berdiri berhak mendapatkan bekas koloni Belanda tersebut.

Sebelum kedatangan Belanda, dua kesultanan Indonesia yang dikenal sebagai Kesultanan Tidore dan Kesultanan Ternate diklaim telah menguasai Papua Barat.
Kesultanan Tidore (1081 – 1950) adalah kerajaan Islam yang berpusat di wilayah Kota Tidore, Maluku Utara,. Pada masa kejayaannya (sekitar abad ke-16 sampai abad ke-18), kerajaan ini menguasai sebagian besar Pulau Halmahera selatan, Pulau Buru, Pulau Seram, dan banyak pulau-pulau di pesisir Papua barat.
Kesultanan Ternate atau juga dikenal dengan Kerajaan Gapi adalah salah satu dari 4 kerajaan Islam di Kepulauan Maluku. Kesultanan Ternate merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara. Didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada tahun 1257. Kesultanan Ternate memiliki peran penting di kawasan timur Nusantara antara abad ke-13 hingga abad ke-17. Kesultanan Ternate menikmati kegemilangan di paruh abad ke-16 berkat perdagangan rempah-rempah dan kekuatan militernya. Pada masa jaya kekuasaannya membentang mencakup wilayah Maluku, Sulawesi bagian utara, timur dan tengah, bagian selatan kepulauan Filipina hingga sejauh Kepulauan Marshall di Pasifik. 

Itulah 5 perjuangan yang dihadapi Bangsa Indonesia pasca/setelah dibacakannya proklamsi kemerdekaan. Setelah membaca pembahasan di atas sepertinya kita harus berbangga diri menjadi warga Negara Republik Indonesia. Karena Bangsa Indonesia mampu mengatasi permasalahan-permaslahan yang pelik selama ini.

Teks Proklamasi
P R O K L A M A S I
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 1945
Atas nama bangsa Indonesia. Soekarno/Hatta.
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar