Cerita Moch. Anang Ramli Pahlawan Kemerdekaan Asal Singaraja - Bali - Blog Pak Yogi

Cerita Moch. Anang Ramli Pahlawan Kemerdekaan Asal Singaraja - Bali

http://www.munawirsuprayogi.com/2018/08/cerita-moch-anang-ramli-pahlawan-kemerdekaan-asal-singaraja-bali.html

Yuk intip sejarah kemerdekaan ditempat kelahiran Bang Jun di Singaraja Bali. Bulan Agustus ini bulan penuh sejarah jadi jangan sampai kita melupakan sejarah apalagi sampai melupakan para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejarah kemerdekaan Republik Indonesia tidak bisa lepas dari peran serta para pahlawan bangsa. Salah satunya adalah pahlawan kemerdekaan dari Singaraja - Bali yang telah banyak berjasa kepada masyarakat Bali khususnya seperti di daerah Bang Jun sendiri yaitu Singaraja. Pasti kita sudah tahu semua dan tidak asing lagi dengan namanya. Ya, benar beliau adalah Moch. Anang Ramli. Beliau pahlawan dari Singaraja Bali. Yuk kita simak ulasan Bang Jun dibawah ini :

Latar belakang dan Pendidikan : Moch. Anang Ramli lahir di Kampung Bugis, Singaraja tepatnya di tahun1924. Pendidikan  Moch. Anang Ramli diantaranya di Vorvolg School Singaraja (1934-1939), HIS Muhammadiyah Singaraja (1940 – 1941).

Karir dan Perjuangan : Moch. Anang Ramli ketika pada jaman jepang bekerja di Hinomaru (bagian pelayaran) sampai menjelang tahun 1943 dan masuk tentara PETA dari 1943 – 1945. Dalam masa revolusi fisik melawan penjajah di Bali Utara  nama Moch. Anang Ramli memiliki peran yang cukup penting. Hal tersebut bisa dilihat dalam sejarah yang terekam bahwa pada saat beliau dan beberapa pemuda lainnya yang tergabung dalam badan perjuangan Pemuda bernama Pemuda Rakyat.

Moch. Anang Ramli Menurunkan Bendera Belanda di Pelabuhan Buleleng Bali : Peristiwa yang paling penting selanjutnya adalah ketika Oktober 1945. Moch. Anang Ramli dan beberapa pemuda lainnya berhasil menurunkan bendera tiga warna milik Belanda dan menggantinya dengan sang dwi warna Merah Putih. Hal ini bermula ketika Tentara Belanda berlabuh di pelabuhan Buleleng. Tentara Belanda menurunkan bendera Merah putih dan menggantinya dengan bendera Belanda serta menugaskan tentara Jepang untuk menjaganya. Tindakan Belanda mengganti bendera sang dwi warna tersebut membuat rakyat Singaraja terutama pemuda gelisah. Kemudian keesokan harinya Komandan BKR I Made Putu ex Daidancho Dai-ichi Daidan memerintahkan kepada para pemuda untuk menurunkan bendera Belanda.

Seketika itu beberapa pemuda bergerak, mengingat bendera itu dijaga ketat tentara Jepang. Maka mereka mendatangi tentara Jepang dan mendesak agar tentara Jepang jangan menghalangi tindakan mereka. Kemudian sekitar jam 18.00 para pemuda tersebut kembali ke Pelabuhan Buleleng. Beberapa pemuda berjaga di belakang kantor Bea Cukai dan disebelah barat di depan Pura Segara. Moch. Anang Ramli kemudian mendekati bendera Belanda dengan mengendap-endap agar tidak terlihat oleh kapal pasukan Belanda yang terus mengawasi bendera tersebut. Tetapi sayang, sewaktu Moch. Anang Ramli berhasil menarik talinya, tali itu putus dan bendera Belanda terhenti di tengah-tengah tiang. Lalu apa yang kemudian terjadi ?. Ternyata Moch. Anang Ramli tidak kehabisan akal Moch. Anang Ramli seketika itu menggunakan galah dan arit untuk menurunkan bendera tersebut sehingga Moch. Anang Ramli berhasil menurunkan bendera Belanda.

Kemudian Moch. Anang Ramli menyerahkannnya kepada salah satu temannya yang bernama Gede Muka yang dengan spontan bendera itu dirobek birunya tinggal merah putih. Bendera Sang Merah Putih itupun diderek kembali ke puncak tiang oleh Moch. Anang Ramli. Melihat peristiwa tersebut tentara Belanda yang berada di laut melihat benderanya diganti dengan sang dwi warna lalu melepaskan tembakan dari kapalnya dengan sangat dahsyat. Akibatnya seorang pemuda bernama Putu Merta gugur namun sang dwi warna tetap mampu berkibar.

Moch. Anang Ramli Ketika Diberi Mandat Sebagai Pemimpin Pasukan Istimewah oleh Letkol I Gusti Ngurah Rai : Tokoh penting perjuangan rakyat Bali pada saat revolusi kemerdekaan adalah Letkol I GUSTI NGURAH RAI. Beliau memimpin pasukan dan rakyat Bali berperang melawan Belanda. Dalam salah satu fase peperangan tersebut pasukan induk Ngurah Rai sempat terdesak karena salah satu kelompok pasukan bersenjata lengkap yang dipimpin oleh Nyoman Pegeg malah memilih menyerah kepada Raja Badung. Akibatnya pasukan induk Ngurah Rai kehilangan banyak senjata penting. Akan tetapi I Gusti Ngurah Rai dengan cepat menugaskan Moch. Anang Ramli untuk mengambil alih tugas Nyoman Pegeg. Pasukan dibawah pimpinan Moch. Anang Ramli kemudian terkenal dengan nama PI (Pasukan Istimewa).

Pasukan yang dipimpin oleh Moch. Anang Ramli ini berhasil mengadakan serangan mendadak ke pos – pos musuh bahkan di Hutan Indrakila (Utara Desa Carangsari). Pasukan istimewa berhasil menghancurkan pos musuh dengan merampas senjata dan amunisi milik NICA Belanda.

Karir Moch. Anang Ramli di Era Kemerdekaan : Moch. Anang Ramli pernah menjadi Anggota DPRD Tk. II Buleleng (1950 – 1957), Anggota DPRD Tk I Bali mewakili Masyumi, Pengurus Muhammadiyah Bali Utara (1967), Ketua Yayasan Yatim Piatu Singaraja sampai 1996, Ketua Takmir Masjid Taqwa Singaraja sampai akhir hayatnya.

Sejarah ini mungkin belum banyak diketahui di luaran Kota Singaraja, namun Bang Jun hanya ingin menggambarkan bahwa pada saat itu Umat Islam memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan di bali. Umat islam bisa bahu membahu dengan umat hindu dalam mengusir penjajah bahkan, mendapatkan kepercayaan penting untuk memimpin masyarakat Bali.

Semoga ulasan  Bang Jun di atas menambah semangat persatuan Bangsa Indonesia tanpa saling Menghina antar umat beragama. Mari bersatu untuk Indonesia  Raya. "MERDEKA"
Moch. Anang Ramli tutup usia pada tanggal 15 Februari 1999
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar