GOA TENGKORAK KABUPATEN PASER : Destinasi Wisata Sarat Dengan Sejarah Tradisi Leluhur - Blog Pak Yogi

GOA TENGKORAK KABUPATEN PASER : Destinasi Wisata Sarat Dengan Sejarah Tradisi Leluhur

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/08/goa-tengkorak-kabupaten-paser-destinasi-wisata-sarat-sejarah-tradisi-leluhur.html

Wisata alam satu ini penuh dengan sejarah tradisi leluhur masyarakat Paser khususnya yang berada disekitar kawasan Goa Tengkorak. Goa yang berukuran ± 6 m² dan tinggi 1,5 m di dalamnya terdapat tengkorak dan beberapa tulang belulang manusia. Tidak hanya satu atau dua, jumlah tengkorak-tengkorak yang berada di Goa Tengkorak Kab. Paser mencapai puluhan. Tengkorak-tengkorak tersebut ditata rapi berjajar membelakangi dinding goa.


Goa Tengkorak ini terletak di Desa Kasungai Kecamatan Batu Sopang Kabupaten Paser – KALTIM. Goa ini berada di tebing yang tinggi dengan ketinggian ±30 m dan kita harus melewati anak tangga yang sudah disediakan oleh pengelolah wisata. Sebelum mencapai ke tempat lokasi Goa Tengkorak kita akan menyeberangi sungai terlebih dahulu mengunakan jembatan gantung yang terbuat dari kayu ulin dengan sejauh ±200 m.
Mitos yang beredar dikalangan masyarakat, jika kita menghitung jumlah tengkorak yang berada di Goa Tengkorak Kab. Paser jumlahnya akan selalu berbeda dengan hasil dari jumlah yang dihitung oleh teman kita (berselisih).
Sedikit merinding memang jika kita sudah berada di dalam goa. Ya, bagaimana tidak merinding didalam Goa Tengkorak terdapat tengkorak-tengkorak manusia/bukan tengkorak cicak.. hehe.. bercanda. Tapi tahu tidak tengkorak-tengkorak manusia tersebut adalah jasad dari orang-orang yang sudah meninggal dahulu yang menempati di sekitar goa.

Informasi yang penulis dapatkan dari beberapa masyarakat. Tradisi orang Paser dahulu khususnya yang bertempat tinggal disekitar Goa Tengkorak jika ada sanak atau kerabatnya yang meninggal dunia maka, jasadnya akan disimpan di peti kayu terlebih dahulu. Setelah beberapa tahun dan jasad tersebut hanya tersisa tengkorak dan tulang belulang maka tengkorak dan tulang belulang tersebut akan dipindah tempatkan ke dalam goa.
Tradisi tersebut dilakukan ketika orang-orang dahulu masih menganut kepercayaan animisme.
Arti nama Desa Kasungai jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti "ke-sungai" (Perjalanan menuju ke sungai).
Karena goa tersebut dipenuhi dengan tengkorak-tengkorak manusia, maka goa tersebut dinamakan Goa Tengkorak.
Untuk melestarikan peninggalan sejarah leluhur beberapa tengkorak dipindahkan ke museum Samarinda – Kalimantan Timur, sekaligus mengamankannya dari tangan-tangan jahil oknum kurang bertanggung jawab.
Sebenarnya Pemerintah  Daerah sudah melakukan pelestarian di sekitar kawasan Goa Tengkorak dengan membangun sarana wisata bermain berupa kolam renang, bungalow dan jenis sarana-sarana pendukung lainnya. Tidak hanya itu pada hari libur keagamaan dan libur nasionalpun sering diadakan pentas hiburan rakyat di sekitar kawasan wisata Goa Tengkorak. Hal tersebut guna memperkenalkan obyek wisata Goa Tengkorak kepada masyarakat sebagai warisan budaya setempat. Namun sayang hasil Pemerintah Daerah berbanding terbalik dengan apa yang direncanakan, karena tangan-tangan jahil pengunjung justru membuat obyek wisata Goa Tengkorak terlihat tidak terawat dan terabaikan khususnya dengan keadaan tengkorak-tengkorak yang ada di dalam goa.

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/08/goa-tengkorak-kabupaten-paser-destinasi-wisata-sarat-sejarah-tradisi-leluhur.html
Kondisi tengkorak-tengkorak sekarang : 2018
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.
Satu lagi tentang potensi wisata Goa Tengkorak Desa Kasungai adalah selain pemandangan alam yang hijau dan tebing-tebing yang tinggi, di sekitar goapun terdapat sungai yang mengalir dengan jernih dan terasa dingin jika mengenai badan. Hal tersebut membuat penawar panasnya iklim kalimantan karena garis katulistiwa.

Pemandangan alam dari puncak goa

Pemandangan alam dari puncak goa

Mungkin cukup sekian dari penulis tentang artikel sederhana "Wisata Alam Goa Tengkorak Kabupaten Paser Yang Sarat Dengan Sejarah Tradisi Leluhur".
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

6 Komentar

  1. Weleh weleh, seram sekali ya Gua nya. Itu kalau kita kesana apa dilepas sendirian apa harus ditemani sama pemandu ya mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pilih yang mana aja boleh Mas, mau dilepas atau dipandu terserah Mas Fajar..

      Hapus
  2. Wah ... harusnya guanya nggak bisa dimasuki sembarang orang tuh (misalnya harus pakai guide). Kasihan kalau diusik tangan jahil. Orang sudah meninggal masih diganggu juga.

    BalasHapus
  3. Semedi disana boleh gak kang awer? Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. kalau pingin semedi jangan ditempat wisata Bang jun, soalnya akan mengganggu pengunjung nantinya, apalagi wisata goa tengkorak di kab. Paser adalah warisan budaya dari pendahulu kita. Semedi itu cukup di rumah sendiri aja. :)

      Hapus

Silahkan meninggalkan pertanyaan, kritik, dan saran.