Sejarah Kota Jakarta Sebagai Ibu Kota Republik Indonesia - Blog Pak Yogi

Sejarah Kota Jakarta Sebagai Ibu Kota Republik Indonesia

Sejarah Kota Jakarta Sebagai Ibu Kota Republik Indonesia - Jakarta atau lebih dikenal juga dengan Daerah Khusus Ibu Kota Kajarta (DKI Jakarta) terletak dipulau Jawa dan diantara provinsi Jawa Barat (JABAR) dan Provinsi Banten. Kota yang memiliki luas sebesar 664 km persegi dengan kepadatan penduduk hampir 10 juta jiwa.

DKI Jakarta menjadi kota yang paling padat penduduknya sebagai kota metropolitan di Indonesia yang semakin hari semakin menarik para pendatang dari luar jakarta berbondong-bondong ingin mengadu nasib di kota jakarta.

Dibalik semua fakta yang ada, Ternyata jakarta kota yang sudah berdiri dari tahun lampau ini juga memliki sejarah yang tersimpan sangat banyak yang sudah kita kerahui dan bahkan yang kita tidak ketahui.

http://www.munawirsuprayogi.com/2018/08/sejarah-kota-jakarta.html

Nama (JAKARTA)

Jauh sebelum kota ini bernama jakarta sampai sekarang, dahulu telah mengalami berbagai pergantian nama, nama yang yang pertama kali dimiliki oleh kota jakarta adalah SUNDA KELAPA. Bukti adanya nama ini mengenai adanya pemukiman penduduk disunda kelapa adalah prasasti tugu yang tertanaman didaerah jakarta utara.

Prasasti tugu ini sebuah peninggalan yang memiliki hubungan antara empat prasasti lainnya yang diyakini berasal dari zaman kerajaan hindu yakni kerajaan tarumanegara yang ketika itu dipimpin oleh Raja Purnawarman. Empat prasasti ini adalah :
  1. Prasasti Kebon Kopi
  2. Prasasti Ciaruteun
  3. Prasasti Lebak
  4. Prasasti Jambu

Nama sunda sendiri dari kata sunda kelapa muncul pada abad ke-10 yang yang terdapat pada prasasti kebon kopi II yang bisa diperkirakan ada pada tahun 932 masehi.

Datangnya Penjajah

Datangnya para penjajah dahulu yang datang ke indonesia sekitar tahun 1513 masehi pertama kali membuat kota jakarta sekarang menjadi jalur perdagangan dan perekonomian mereka yang sangat vital, terbukti dengan adanya pelabuhan besar tanjung priok yang masih ada sampai sekarang.

Dimulai dari bangsa portugis yang menjajah indonesia kemudian datanglah pengusir portugis dan masuk penjajah belanda yang menguras habis kekayaan Negara Indonesia pada saat itu sampai jepang yang pada akhirnya berhasil dipukul mundur oleh pahlawan - pahlawan Kemerdekaan indonesia.

Dalam masa penjajahan ini jakarta mengalami perubahan perubahan nama dan nama yang paling sering kita dengar adalah sebutan JAYAKARTA dan BATAVIA yang pembangunannya mengalami kemajuan pesat yang selesai pada tahun 1650.

Peranan Jakarta dalam Kemerdekaan Indonesia

Keterlibatan bangsa penjajah (jepang) dalam perang dunia II menjadi tolak ukur tersendiri bagi Indonesia, setelah kota hiroshima di bom atom tanggal 6 agustus 1945 dan nagasaki pada tanggal 9 agustus 1945. Melihat negara jepang sebagai penjajah pada saat itu luluh lantah mengakibatkan fokus penjajah menjadi terbagi.

Pada akhirnya tanggal 17 Agustus 1945 bertempat di jalan pegangsaan timur No. 56 Jakarta yakni di kediaman rumah Bung Karno pada pukul 10.00 pagi dibacakanlah proklamasi oleh Bung Karno yang saat itu di dampingi oleh Bung Hatta. Dan diteruskanlah dengan pengibaran bendera Merah Putih, berita ini langsung diliput dan disiarkan oleh stasiun RRI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta:

Berikut adalah nama-nama tokoh yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta :
  • Soewirjo (1945-1947) 
  • Daan Jahja (148-1950) 
  • Soewirjo (1950-1951) 
  • Syamsurijal (1951-1953) 
  • Sudiro (1953-1960) 
  • Soemarno Sosroatmodjo (1960-1964) 
  • Ali Sadikin (1966-1977) 
  • Tjokropranolo (1977-1982) 
  • Soeprapto (1982-1987) 
  • Wiyogo Atmodarminto (1987-1992) 
  • Soerjadi Soedirdja (1992-1997) 
  • Sutiyoso (1997-2002, 2002-2007) 
  • Fauzi Bowo (2007-20012) 
  • Joko Widodo (2012-2014) 
  • Basuki Tjahaya Purnama (2014-2017) 
  • Anies baswedan (2017-Sekarang)

Demikianlah sedikit info dari Mamang mengenai sejarah kota yang kita kenal sebagai kota DKI Jakarta sampai saat ini, semoga bermanfaat untuk anda. Terimakasih.
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

2 Komentar

Silahkan meninggalkan pertanyaan, kritik, dan saran.