Mengenal Ideologi Komunis - Blog Pak Yogi

Mengenal Ideologi Komunis

Ideologi Komunis – Kita sering mendengar kata komunis. Ketika kita mendengar kata komunis maka kita pun langsung ingat kepada PKI (Partai Komunis Indonesia). Partai yang sempat populer pada tahun 60-an ini mempunyai ideologi anti ketuhanan.


https://www.munawirsuprayogi.com/2018/09/mengenal-ideologi-komunis.html

Ideologi adalah suatu kumpulan gagasan, ide-ide dasar, keyakinan serta kepercayaan yang bersifat sistematis dengan arah dan tujuan yang hendak dicapai dalam kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.


Sejarah Lahirnya Ideologi Komunis Internasional

Sejarah lahirnya paham komunis berawal dari sebuah ide pemikiran dari seorang berkebangsaan Russia Karl Marx dan Friedrich Engels. yang pada awalnya menentang paham kapitalisme oleh bangsa eropa.
Ideologi kapital adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam ekonomi pasar.
Komunis internasional sebagai teori ideologi mulai diterapkan setelah meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917.
Komunisme bahasa Latin: communis, bahasa Inggris: common, universal adalah ideologi yang berkenaan dengan filosofi, politik, sosial, dan ekonomi.
Tujuan utama Komunisme adalah terciptanya masyarakat komunis dengan aturan sosial ekonomi berdasarkan kepemilikan bersama alat produksi dan tidak adanya kelas sosial, uang, dan negara. 

Menurut Karl Marx dan Friderich Engels sebagai pencetus awal paham komunisme, system ekonomi kapital dari orang-orang Eropa adalah sebuah kejahatan. System itu tidak adil dan terlalu merugikan kelompok buruh, kerena itu mereka berdua menawarkan system komunal yang mana tidak ada lagi pembagian kelas sosial dengan bentuk kepemilikan modal dan buruh.

Selanjutnya Karl Marx percaya bahwa sistem ekonomi komunal lebih adil dibandingkan sistem ekonomi lainnya. Karl Marx juga percaya bahwa negara yang diurus secara mutlak oleh orang-orang bijak mampu bersikap adil terhadap rakyatnya.

Marxisme adalah sebuah paham yang berdasar pada pandangan-pandangan Karl Marx. Marx menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik. Pengikut teori ini disebut sebagai Marxis.


Munculnya Faham Komunis di Indonesia

Tahun 1913 :
Tercatat sebagai awal masuknya komunis ke Indonesia sebagai sebuah Ideologi baru. Ideologi ini diperkenalkan oleh Hendricus Josephus Franciscus Maria Sneevliet. Ia adalah bekas Ketua Sekretariat Buruh Nasional dan bekas pimpinan Partai Revolusioner Sosialis di salah satu provinsi di negeri Belanda. Hendricus Josephus Franciscus Maria Sneevliet memanfaatkan pusat organisasi buruh kereta api Vereenigde van Spoor en Tramweg Personnel ( Serikat Personil Kereta Api dan Trein) yang berada di Semarang, pada 1914 dimulailah penyebaran ideologi pertentangan kelas ini melalui VSTP.

Juli 1914 :
Sneevliet bersama dengan P. Bersgma, J.A. Brandstedder, H.W. Dekker (Sekretaris VSTP), mendirikan organisasi politik yang bersifat radikal, Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV) atau Serikat Sosial Demokrat India. Sebagai lanjutan aksinya ISDV menerbitkan surat kabar Het Vrije Woord (Suara Kebebasan). Terbitan pertama surat kabar ini tercatat tanggal 10 Oktober 1915. Melalui surat kabar ini Sneevliet dan kawan-kawannya melakukan propaganda untuk menyebarkan marxisme.

Dengan menggunakan organisasi buruh di Semarang, ISDV mendekati Sarekat Islam yang dipimpin oleh Oemar Said Tjokroaminoto. ISDV juga melakukan propaganda di lingkungan Angkatan Perang. Sneevliet berhasil mempengaruhi serdadu Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Atas hasutannya berhasil dibentuk Raad van Matrozen en Mariniers (Dewan Kelasi dan Marinir), suatu organisasi di lingkungan anggota militer yang berhaluan radikal revolusioner.
Aktivitas Sneevliet ini dibantu oleh Brandstedder Kepala Soerabajasche Marine Gebouw (Balai Angkatan Laut Surabaya) dan redaktur koran Soldaten en Mattrozenkrant (koran Serdadu dan Kelasi). Rata-rata isi koran ini adalah ide-ide komunisme yang revolusioner dan ide-ide perjuangan kelas. Berbagai pamflet juga diterbitkan dengan tujuan untuk melemahkan kepercayaan bawahan kepada atasannya dalam tubuh Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Pada bulan Desember 1918 Sneevliet diusir dari Hindia Belanda karena aktivitasnya dianggap mengganggu keamanan dan ketertiban oleh pemerintah hindia Belanda. Menyusul kemudian Brandstedder pada bulan September 1919.

Kemudian Sneevliet dan Brandstedder telah meninggalkan Hindia Belanda (Indonesia) namun mereka berhasil menanamkan pengaruhnya di lingkungan Angkatan Laut Surabaya dan telah terbentuk organisasi yang berhaluan komunis. Di lingkungan Sarekat Islam, ISDV berhasil mempengaruhi pimpinan SI Semarang, Semaun dan Darsono yang juga adalah anggota VSTP.

PKI melancarkan taktik (block within) memecah belah organisasi dari dalam dengan cara menginfiltrasikan kader atau anggota komunis untuk menjadi salah satu anggota organisasi yang menjadi sasarannya. Selanjutnya mereka beraksi mempengaruhi atau memecah belah organisasi itu. Taktik ini pertama kali dipraktekkan oleh PKI terhadap Sarekat Islam.

Desember 1919 :

Dibentuk federasi organisasi buruh buruh yang bernama Persatuan Pergerakan Kaum Buruh (PPKB) yang diketuai oleh Semaun, Surjopranoto sebagai wakil ketua dan Agus Salim sebagai sekretaris. Dalam Kongres II (Juni 1921) PPKB di Yogyakarta terjadi perpecahan. Semaun bersama 14 Sarekat Sekerja memisahkan diri dan membentuk Revolutionnair Socialistische Vakcentrale, yang dipelopori oleh VSTP pada bulan Juni 1921. Dalam persaingan ini Surjopranoto dan Agus Salim berhasil menyelamatkan sebagian organisasi buruh dari pengaruh komunis.

Oktober 1921 :

Kongres SI di Surabaya SI melarang keanggotaan rangkap dan mengeluarkan PKI dari SI. Bulan Maret 1923 PKI mengadakan kongres kilat di Bandung dan Sukabumi. Dalam kongres ini Darsono menganjurkan untuk membentuk SI tandingan di setiap cabang SI, dengan maksud untuk menarik anggota SI yang bersimpati pada Komunis.

Komunis SI tandingan diberi nama SI Merah, kemudian diubah menjadi Sarekat Rakyat, dengan status sebagai organisasi di bawah naungan PKI.

Mei 1920 :
Dalam waktu 4 tahun PKI berhasil memperluas pengaruhnya melalui cara legal dan ilegal, seperti taktik aksi di dalam (block within) dan propaganda yang intensif. Propaganda-propaganda PKI yang bertema pertentangan kelas mendapat lahan yang subur pada masyarakat kolonial yang bercirikan diskriminasi (sosial,ekonomi, politik, warna kulit).



Masyarakat Kecil Sebagai Korban Utama Ideologi Komunis di Indonesia 

Sebagaimana di negeri-negeri lain, faham komunis umumnya adalah kaum jelata, karena memang faham ini konon untuk membela kaum jelata dan menjadikan kaum elit sebagai musuh. Adapun sasaran basis pendukungnya adalah buruh dan petani. Di Indonesia, jelas faham komunis akan mendapat lahan yang subur. Dengan mengangkat isu tatanan kolonial Belanda selama di Indonesia yang menjadikan bangsa Indonesia sengsara di negeri sendiri. Selain itu juga liberalisme Belanda tidak mendorong perjuangan pribumi untuk merdeka. Liberalisme Belanda sering membuang para aktivis ke pulau-pulau terpencil dan tindakan apa saja yang perlu untuk melenyapkan pemberontak pada saat itu.

Keberhasilan para orang-orang komunis masuk menjadi anggota organisasi-organisasi besar yang legal, membuat komunis mudah dalam menjalankan aksinya. Sehingga masyarakat kecilpun secara tidak langsung akan mengikuti arah tujuan organisasi tersebut, padahal dibenak masyrakat hanya panatik kepada tokoh-tokoh pendiri organisasi tersebut. Merekapun tidak tahu menahu bahwa organisasi yang mereka ikuti sudah terkontaminasi oleh faham komunis.

Selanjutnya dengan masih terbatasnya alat komunikasi, masyarakat kecil kurang informasi bahwa organisasi yang mereka ikuti tersebut sudah dilarang oleh pemerintah. Dengan demikian mereka rentan akan tuduhan yang diberikan pemerintah bahwa masyarakat kecil sejatinya adalah pendukung organisasi terlarang. Tak jarang pula PKI sering menggaungkan partainya adalah anak partai dari partai yang syah sebelumnya. Bisa dilihat pada gambar contoh di bawah ini.




Masyarakat yang mana yang tidak tertarik dengan gambar di atas, ada lambang palu, arit, tulisan arab, dan tulisan china. Selanjutnya pada waktu itu yang mereka tahu bahwa PKI adalah partai baru yang berpihak kepada mereka.
Dengan gambar palu arit PKI mengelabuhi masyarakat kecil dengan PKI adalah partai yang berpihak kepada rakyat jelata.
Dengan tulisan pegon (Tulisan arab berbahasa jawa) PKI mengelabuhi masyarakat kecil dengan PKI adalah partai yang agamis.
PKI sudah pasti komunis, namun komunis belum tentu PKI.
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar