Prinsip Penyusunan RPP K-13 Revisi 2018 - Blog Pak Yogi

Prinsip Penyusunan RPP K-13 Revisi 2018

RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Rujukan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah dan Permendikbud No.103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/09/prinsip-penyusunan-rpp-k-13-revisi-2018.html
Pengembangan RPP dilakukan sebelum semester atau tahun pelajaran dimulai, namun perlu diperbaharui sebelum pembelajaran dilaksanakan. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau berkelompok di sekolah/madrasah dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi oleh kepala sekolah/madrasah. Pengembangan RPP dapat juga dilakukan oleh guru secara berkelompok antar sekolah atau antar wilayah dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi oleh dinas pendidikan atau kantor Kementerian Agama setempat.

Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Selanjutnya dalam menyusun RPP hendaknya anda harus memperhatikan prinsip-prinsip diantaranya mengetahui perbedaan kemampuan individu peserta didik, partisipasi peserta didik, mendorong semangat belajar peserta didik, menumbuhkan budaya membaca dan menulis kepada peserta didik, pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP, Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan, mengakomodasi pembelajaran, dan 
Penerapan teknologi informasi dan komunikasi

Sebelum penulis memaparkan lebih lanjut mengenai Prinsip Penyusunan RPP K-13 Revisi 2018, alangkah baiknya anda membaca artikel penulis yang berjudul Metode Pembelajaran K-13 Revisi Tahun 2018. Oke berikut penjelasannya Prinsip Penyusunan RPP K-13 Revisi 2018:

1. Mengetahui Perbedaan Kemampuan Individu Peserta Didik

Kita tahu setiap individu mempunyai kemapuan, minat, dan bakat yang berbeda, maka dalam menyusun RPP hendaknya kita mengetahui perbedaan kemampuan masing-masing peserta didik. Adapun diantara perbedaan-pebedaan tersebut antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, keterampilan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

Kemampuan awal adalah kumpulan dari pengetahuan dan pengalaman individu yang diperoleh sepanjang perjalanan hidup mereka, yang akan ia bawa kepada suatu pengalaman belajar yang baru.

Tingkat intelektual adalah suatu kapasitas intelektual umum yang antara lain mencakup kemampuan-kemampuan yang meliputi Menalar dan menilai, Menyeluruh, Mencipta dan merumuskan arah berfikir spesifik, Menyesuaikan fikiran pada pencapaian hasil akhir, Memiliki kemampuan mengkeritik diri sendiri.

Bakat adalah kemampuan dasar seseorang yang didapat semenjak dari lahir.

Potensi adalah sebuah kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang sangat mungkin untuk dikembangkan.

Minat adalah perhatian yang mengandung unsur-unsur perasaan. Minat merupakan dorongan atau keinginan dalam diri seseorang pada objek tertentu.

Motivasi belajar adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu.

Latar belakang budaya adalah segala hal yang terkait dengan seluruh aspek kehidupan manusia, yang dihayati dan dimiliki bersama.

Norma adalah seluruh kaidah dan peraturan yang diterapkan melalui lingkungan sosialnya.

Nilai peserta didik adalah alat yang menunjukkan alasan dasar bahwa cara pelaksanaan atau keadaan akhir tertentu lebih disukai secara sosial dibandingkan cara pelaksanaan atau keadaan akhir yang berlawanan.

Lingkungan peserta didik adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.


Contoh kasus kemampuan sosial ; di kelas 7a terdapat 30 siswa yang mempunyai kemampuan yang bervariasi. 20 siswa laki-laki maupun perempuan adalah anak yang mudah bergaul dengan siapapun, baik antar teman di sekolah, dengan guru, bahkan dengan orang-orang dilingkungan sekitar sekolah. Sedangkan 10 anak laki-laki maupun perempuan adalah anak yang kurang pintar bergaul kecuali dengan teman sekelasnya. Maka dalam kasus tersebut hendaknya guru harus menggunakan RPP sesuai model pembelajaran yang cocok digunakan untuk kelas 7a.


2. Partisipasi Peserta Didik

Partisipasi atau keterlibatan peserta didik terhadap proses belajar mengajar tentunya berbeda-beda pula. Sebagai contoh siswa 8a mempunyai partisipasi aktif terhadap pelajaran dibandingkan siswa kelas 8b. Selanjutnya dalam penyusunan RPP K-13 Revisi 2018 harus mengacu pada prinsip partisipasi pesrta didik terhadap materi belajaran.

Jangan sampai kita menggunakan model pembelajaran Pendekatan Saintifik kepada peserta didik yang mayoritas pasif, dan begitu pula sebaliknya jangan sampai kita menggunakan model pembelajaran berbasis proyek kepada peserta didik yang mayoritas aktif. Intinya harus pas atau mendekatinya dalam memlih model pembelajaran kepada peserta didik.

Partisipasi adalah suatu keterlibatan mental dan emosi seseorang kepada pencapaian tujuan dan ikut bertanggung jawab di dalamnya. (Keit Davis)


3. Mendorong Semangat Belajar Peserta Didik

Setelah anda menyesuaikan RPP dengan tingkat partisipasi peserta didik tentunya anda tidak serta merta membiarkan begitu saja dalam model pembelajaran yang itu-itu saja. Anda dituntut meningkatkan kemampuan belajar peserta didik dan meningkatkan cara belajarnya. Ya, anda harus berusaha memotivasi atau mendorong peserta didik untuk meningkatkan cara belajarnya.

Adapun konteks-konteks motivasi tersebut peserta didik setelah mengikuti materi pelajaran tertentu, peserta didik diharapkan mampu memecahkan masalah belajar, meningkatkan minat belajar, menumbuhkan kreativitas dalam belajar, mempunyai inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian dalam belajar.

[baca juga] : 
Peranan Guru di Sekolah


4. Pengembangan Budaya Membaca dan Menulis

Dalam menyusun RPP K-13 revisi 2018 anda harus berusaha mengembangan budaya membaca dan menulis bagi setiap peserta didik. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bahan bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan. Seperti contoh member tugas kepada peserta didik membuat artikel atau makalah.


5. Pemberian Umpan Balik dan Tindak Lanjut RPP

Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP bertujuan untuk mengetahui hasil dari materi pelajaran yang sudah kita berikan kepada peserta didik. Peserta didik diperkenankan mengkritik, member saran, atau bertanya mengenai materi pelajaran yang sudah mereka pelajari.

Adapun umpan balik dari peserta didik tersebut harus mengacu pada prinsip umpan balik yang positif, penguatan materi, pengayaan, dan remedial.


6. Penekanan Kepada Keterkaitan dan Keterpaduan

Dalam menyusunan RPP K-13 Revisi 2018 harus menekankan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.

7. Mengakomodasi Pembelajaran

Prinsip Penyusunan RPP K-13 Revisi 2018 selanjutnya yaitu harus mengakomodasikan pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya. Intinya jika anda adalah guru bidang olahraga, maka anda harus bisa menumbuhkan minat dan bakat peserta didik peserta didik ke mata pelajaran yang lain dan memberikan kepada peserta didik untuk mengetahui budaya-budaya yang lain.

8. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Penerapan teknologi informasi dan komunikasi harus secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi. Dalam penyusunan RPP k-13 revisi 2018 harus menerapkan di dalamnya mengenai teknologi informasi dan komunikasi yang seseuai dengan kemampuan sarana dan prasarana yang ada di sekolah masing-masing.

Oke itulah tadi pembahasan penulis mengenai Prinsip Penyusunan RPP K-13 Revisi 2018. Sekian dari saya, semoga bermanfaat.
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar