Prinsip Penilaian Kurikulum 2013 - Blog Pak Yogi

Prinsip Penilaian Kurikulum 2013

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/10/prinsip-penilaian-kurikulum-2013.html
Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Selanjutnya penilaian dapat ditempuh dengan melalui berbagai teknik penilaian, menggunakan berbagai instrumen dan berasal dari berbagai sumber yang harus dilakukan secara efektif.

Kita tahu pada tahun 2018 Kemendikbud mewajibkan kepada seluruh sekolahan di indonesia untuk melaksanakan pendidikan kurikulum 2013. Tentunya hal tersebut adalah titik acuan bagi setiap guru untuk menerapkan model pembelajaran kurikulum 2013, mulai dari pembuatan RPP, Silabus, dan Perangkat pembelajaran lainnya.
Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2016 menjelaskan bahwa sarana pembangunan di bidang pendidikan antara lain meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, tersedianya kurikulum yang handal, dan tersedianya system penilaian yang komprehensif.
Mengenai masalah penilaian, maka kita sebagai tenaga pendidik di sekolah harus tahu terlebih dahulu tentang prinsip-prinsip penilaian sebelum kita membuat rancangan, prosedur, dan sebelum menerapkan teknik pengambilan nilai, lebih-lebih menulis nilai tersebut pada raport.

Prinsip penilaian kurikulum 2013 - Penilaian harus memberikan hasil yang dapat diterima oleh semua pihak, baik yang dinilai yakni peserta didik, yang menilai adalah guru, maupun pihak lain seperti orang tua atau wali murid dan lain sebagainya.

Prinsip penilaian kurikulum 2013 harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

1. Sahih

Sahih atau valid, harus dilakukan berdasar pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. Siapa yang diukur dalam penilaian kurikulum 2013 ? Yang diukur adalah kemampuan peserta didik di sekolah tersebut. Untuk memperoleh data yang valid dari peserta didik, maka harus menggunakan cara-cara yang valid juga dan tidak mengada-ada.


2. Objektif

Penilaian terhadap peserta didik tidak dipengaruhi oleh subjektifitas penilai. Untuk menghindari subjektifitas maka perlu pedoman dan rubik penilaian yang harus dimiliki oleh penilai. Karena, penilaian peserta didik di sekolah mempunyai cakupan, otentisitas, dan kriteria penilaian yang sangat kompleks.
Objektif adalah sikap yang harus dijunjung tinggi bagi seseorang untuk berpandangan terhadap suatu masalah.
Subyektif adalah sikap dimana seseorang berfikir relatif, menduga-duga, atau berdasarkan perasaan. 


3. Adil

Penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, sosual budaya, status ekonomi dan hal-hal lainnya. Hasil penilaian yang membedakannya semata-mata adalah hasil capaian belajar peserta didik dalam kompetensi yang sudah ditentukan.


4. Terpadu

Penilaian oleh pendidik salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Penilaian adalah proses untuk mengetahui hasil suatu kompetensi melaului serangkaian pembelajaran di sekolah.
Penilaian tidak boleh melenceng diluar judul atau sub judul pembelajaran.


5. Terbuka

Prosedur penilaian dan kriteria penilaian harus terbuka, jelas, dan dapat diketahui oleh semua pihak yaitu peserta didik, guru, wali murid, kepala sekolah, dan lembaga pendidikan yang bersangkutan.


6. Menyeluruh dan Berkesinambungan

Penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. Instrumen penilaian yang digunakan harus secara utuh dan merepresentasikan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.
Penilaian diselenggarakan sepanjang proses pembelajaran dan menggunakan pendekatan assesment as learning, assesment for learning, dan assenment of learning secara proporsional.
[Baca juga]: Metode Pembelajaran K-13 Revisi Tahun 2018


7. Sistematis

Penilaian dilakukan secara dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah yang baku. Langkah yang pertama yaitu pemetaan, selanjutnya melakukan identifikasi kompetensi dasar sekaligus menganalisisnya dan mencakup indikator ketercapaian kompetensi dasar.
Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis tersebut guru mempetakan teknik penilaian, bentuk instrument penilaian, dan waktu penilaian yang disesuaikan.


8. Beracuan Kriteria

Penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi menggunakan acuan kriteria. Artinya peserta didik telah kompeten atau mencapai kriteria yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Dengan kata lain, penilaian kepada peserta didik bukanlah hasil perbandingan dengan capaian teman-temannya dalam satu kelas atau satu sekolahan. Peserta yang sudah mencapai kriteria minimal disebut dinyatakan tuntas dan dapat melanjutkan pembelajaran kompetensi berikutnya, sedangkan yang belum mencapai kriteria minimal wajib menempuh remedial.


9. Akuntabel 

Penilaian dapat dipertanggungjawabkan baik dari teknik, prosedur, maupun hasilnya. Penilaian dapat dipertanggungjawabkan ketika penilaian tersebut sudah menempuh langkah-langkah yang sudah dijelaskan sebelumnya yaitu sahih, objektif, adil, dan sebagainya.

Oke, cukup sekian penjelasan penulis mengenai Prinsip penilaian kurikulum 2013. Saya akhiri dan semoga bermanfaat.
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar