Sejarah Tes Intelegensi - Blog Pak Yogi

Sejarah Tes Intelegensi



https://www.munawirsuprayogi.com/2018/10/sejarah-tes-intelegensi.html

Tes intelegensi yang digunakan sekarang pada umumnya merupakan adaptasi dari tes yang dikembangkan oleh para psikolog terdahulu. Pada tahun 1905 seseorang berkebangsaan Perancis yaitu Alfred Binet mengembangkan tes yang kemudian dikenal sebagai tes IQ. Tes IQ kemudian sangat membuming di Perancis pada masanya.

Alfred Binet pada awalnya mendapati murid-muridnya yang mempunyai kecerdasan yang hampir sama dan juga mendapati murid-muridnya tersebut ada yang lambat dalam belajar. Sehingga Alfred Binet mencoba untuk membantu pemerintah Perancis untuk memecahkan sebuah permasalahan di dunia pendidikan yaitu dengan tes IQ kepada para pelajar.

Menurut Alfred Binet tes IQ untuk menjaring anak-anak yang tidak mungkin mampu belajar di sekolah-sekolah biasa. Dengan kata lain Alfred Binet memudahkan anak-anak tersebut untuk menangkap sebuah pelajaran di sekolah. Karena, menurut Alfred Binet anak-anak tersebut membutuhkan pendidikan khusus dalam menyesuaikan diri dalam belajar.

Perlu digaris bawahi, bahwa Alfred Binet dalam melakukan tes IQ tujuan utamanya bukan untuk mengukur tingkat intelegensi anak-anak. Tetapi tes tersebut semata-mata ingin mengelompokkan dan sekali lagi untuk membantu anak-anak menyesuaikan diri dalam belajar. Dan alhasil tes Binet sangat akurat dalam mengarahkan anak-anak maraih kesuksesan dalam belajar.

Tes yang dilakukan oleh Alfred Binet kemudian dikembangkan kembali oleh para ahli di Amerika. Kemudian para ilmuwan Amerika melakukan pengembangan tes tersebut secara terus menerus dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi dengan latar belakang sosial anak-anak.
  • Penafsiran hasil tes intelegensi bertolak ukur kepada cara pengukuran yang dilakukan.
  • Untuk anak-anak prasekolah tes bisa dilakukan secara informal dengan bantuan alat bermain edukasi.
  • Pada tahun 1914, tiga tahun setelah Binet wafat, seorang psikolog Jerman, William Stern, mengusulkan bahwa dengan membagi usia mental anak dengan usia kronological (Chronological Age atau CA), maka akan lebih memudahkan untuk memahami apa yang dimaksud “Intelligence Quotient”.
  • Lewis Terman dari Stanford University merevisi rumus tersebut yang mengembangkan test untuk orang-orang Amerika. Lewis mengalikan formula yang dikembangkan Stern dengan angka 100.
  • Perhitungan statistik inilah yang kemudian menjadi definisi atau rumus untuk menentukan Intelegensi seseorang: IQ=MA/CA*100. Test IQ inilah yang dikemudian hari dinamai Stanford-Binet Intelligence Test yang masih sangat populer sampai dengan hari ini.
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar