Cerita Kesabaran Nabi Ayub As dalam Menghadapi Penyakitnya - Blog Pak Yogi

Cerita Kesabaran Nabi Ayub As dalam Menghadapi Penyakitnya

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/11/cerita-kesabaran-nabi-ayub-as-dalam-menghadapi-penyakitnya.html
Nabi Ayub As adalah cucu dari Nabi Ishaq As bin Ibrahim As. Seluruh umat manusia mengenal beliau sebagai sosok seorang Nabi Allah yang memiliki tingkat kesabaran yang paling tinggi dalam menghadapi cobaan dari Allah SWT.

Kekurangan harta benda, menderita sakit yang berkepanjangan, dan bahkan kehilangan anak-anak beliau, semua itu tidak dapat meruntuhkan benteng keimanan Nabi Ayub As. Justru sebaliknya, semua itu semakin menambahkan cinta dan ketaatan Nabi Ayub kepada Allah SWT. Beliau senantiasa beribadah kepada Allah SWT dalam keadaan suka maupun duka, sehat maupun sakit, dan kaya maupun miskin.

Di negeri tempatnya berpijak Nabi Ayub As dan keluarganya dikenal sebagai orang yang sangat kaya-raya lagi dermawan. Harta yang melimpah ruah, rumah dan gedung-gedung indah yang dimilikinya, perhiasan emas dan perak, serta tanaman dan hasil bumi yang dihasilkannya, tidak menjadikan beliau sombong dan angkuh. Justru Nabi Ayub As dan keluarga selalu membantu orang-orang fakir yang miskin, anak-anak yatim, dan janda-janda tua yang hidupnya serba kekurangan.

Oleh karena itu, tidak ada satu orang pun dari penduduk setempat yang meminta bantuan kepada keluarga Nabi Ayub, pulang dengan tangan hampa. Tidak heran, apabila seluruh orang memuji atas kebaikkan dan kedermawanan beliau. Sanjungan tersebut tidak hanya datang dari golongan manusia, bahkan para malaikat pun turut memuji amal saleh yang dilakukan oleh Nabi Ayub As.


Cobaan Untuk Nabi Ayub As

Nabi Ayub As dikenal sebagai nabi yang sangat kuat keimanannya. Iblis merasa cemburu dan sakit hati mendengar pujian malaikat terhadap kekuatan iman Nabi Ayub As. Iblis merayu Nabi Ayub As agar meninggalkan perintah Allah SWT.Namun, hal itu tidak berhasil.

Iblis menemui Allah dan berkata, “Tuhan, Ayub itu sebenarnya tidak ikhlas sujud kepada-Mu. Dia hanya menginginkan nikmat kekayaan dan anak sebagai pewarisnya.” Allah ingin membuktikan bahwa Nabi Ayub memang seorang yang beriman, sabar, dan tabah dalam menghadapi segala ujian. Kemudian, Allah memberikan izin kepada iblis untuk menghasut Ayub agar lalai beribadah.

Iblis memusnahkan seluruh harta benda Nabi Ayub As. Nabi Ayub pun menjadi bangkrut. Kemudian iblis merobohkan rumah Nabi Ayub As. Seluruh anak-anak Nabi Ayub As yang berada di dalam rumah meninggal. Kemudian, iblis menyamar sebagai seorang lelaki. Iblis itu berkata kepada Nabi Ayub As. “Tiada berguna engkau rajin beribadah karena Allah Yang Maha Kuasa itu pun tidak mau menyelematkanmu.” Nabi Ayub As menjawab, “Wahai iblis, semua yang aku miliki selama ini adalah pinjaman dari Allah saja. Kini sudah tiba saatnya Allah mengambilnya. Hanya Allah yang berkuasa atas segala-galanya.”

Iblis sangat marah, dia menemui Allah lagi dan menyatakan kekecewaannya. Untuk ketiga kalinya, Allah memberikan izin kepada iblis untuk mengganggu kesehatan Nabi Ayub As. Iblis memasukkan sesuatu penyakit yang tidak ada obatnya ke dalam tubuh Nabi Ayub As. Nabi Ayub As menahan rasa sakit selama bertahun-tahun. Namun, segala rasa sakit tidak menghalangi ibadah Nabi Ayub As.


Penyakit Nabi Ayub As semakin lama semakin parah. Sekalipun demikian tetap tabah dan menerimanya sebagai cobaan dari Allah SWT. Keimanannya kepada Allah SWT tidak berkurang sedikitpun, justru beliau semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Iblis sangat kecewa dan tidak puas dengan ketabahan Nabi ayub. Dengan demikian usaha iblis menjadi sia-sia.


Kesembuhan Nabi Ayub As

Penyakit Nabi Ayub As sangat parah sehingga ia hanya dapat berbaring. Semakin lama kondisinya semakin memburuk. Penyakit ini ia derita sudah 18 tahun. Masyarakat di sekitarnya melupakan kedermawanan Nabi Ayub As. Selama beliau sakit, seluruh penduduk di sekitarnya mengasingkan dirinya. Hanya istrinya yang mengurus segala keperluan Nabi Ayub As. Namun, iblis selalu menghasut istri Nabi Ayub As yang bernama Rahmah. Iblis membisikkan kebencian ke dalam hati istri Nabi Ayub As. Pada suatu hari, istri Nabi Ayub As mengatakan hal-hal yang menyakiti Nabi Ayub As. Nabi Ayub pun sangat sedih. Ia bersumpah apabila ia sembuh kelak, ia akan memukul istrinya sebanyak 100 kali. 

Pada saat kondisi Nabi Ayub semakin lemah, Allah menurunkan wahyu kepadanya, “Hentakanlah kakimu sehingga muncul air yang sejuk untuk mandi dan minum.”  Lalu Nabi Ayub As menghentakan kakinya ke tanah sehingga air pun keluar. Air tersebut digunakan untuk mandi dan minum Nabi Ayub As. Tidak lama kemudian, tubuh Nabi Ayub As kembali sehat. Bahkan. Ia lebih sehat dan kuat dibanding sebelumnya ketika masih sehat dahulu.

Setelah sembuh, istri Nabi Ayub As kembali kepada suaminya. Nabi Ayub As teringat dengan sumpahnya, namun Nabi Ayub As tidak sampai hati memukul istrinya. Oleh karena itu, ia tidak dapat memenuhi sumpahnya. Setelah itu, turunlah perintah Allah agar Nabi Ayub melaksanakan sumpahnya. Ia diperintah memukul istrinya menggunakan 100 helai rumput yang diikat.

Al-Quran Surat Shaad ayat 41-44 yang artinya, “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika ia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan” (Allah berfirman). “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.” Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), setelah itu pukullah dengan ikatan rumput itu kepada istrimu agar kamu tidak melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)”
Hikmah : Kesabaran Nabi Ayub dapat dijadikan contoh bagi kita. Sebaiknya kita tidak cepat mengeluh pada saat menghadapi kesusahan dan hidup.
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar