Makna Tradisi Kembang Telor pada Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW - Blog Pak Yogi

Makna Tradisi Kembang Telor pada Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Assalamu'alaikum wr wb - Salam hangat dari BANG JUN, semoga ALLAH SWT memberikan kita kemudahan dalam segala pekerjaan kita. Berhubung masih bulan Maulid Nabi MUHAMMAD SAW mari kita bersama mengingat kembali apa itu maulid ? Dan mengapa pada setiap maulid ada telur? Yakni telur yang sudah direbus dan diwarnai dan diletakkan di ember plastik atau bakul kemudian ditutup daun pisang sebagiannya lagi ditancapkan di pohon pisang.


https://www.munawirsuprayogi.com/2018/11/makna-tradisi-kembang-telor-pada-peringatan-kelahiran-nabi-muhammad-saw.html
Gambar Oleh Amzan Wy Facebook 
Itulah tradisi sekaligus adat masyarakat Indonesia pada umumnya (al-adatu muhakkamah) yang pada hakikatnya mengandung makna khusus dan tentunya memiliki dalil baik dari Al-Qur’an maupun hadits Nabi, antara lain bahwa;

Firman ALLAH SWT yang artinya : Engkau(Allah) masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau (Allah) keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. (Qur'an Surah Al - Imran, ayat ke 27)”, dapat dimisalkan dengan mengeluarkan anak ayam dari telur, dan telur dari ayam.

Ayat tersebut diatas sebagai perumpamaan telur, untuk mengingatkan bahwa semua yang hidup di dunia ini ada awal dan akhir.

Karena dilihat dari bentuknya, telur terdiri atas tiga fase sebagai bagian dari kehidupan. Fase kulit yang dimaknai sebagai lahir, fase putih telur sebagai hidup dan fase terakhir yaitu kuning telur sebagai akhir kehidupan.


Dan mengenai manfaatnya, Imam Baihaqi dalam kitabnya Syu’abul Iman (Juz I; hal. 87) menyebutkan sebuah riwayat yang diklaim sebagai hadits marfu’ (disandarkan kepada Nabi Muhammad saw), bahwa jika seseorang merasa lemas dan tidak bertenaga, maka diperintahkannya memakan telur.

Berdasarkan riwayat itu dipahami bahwa telur termasuk obat kuat, dan memang merupakan sumber protein terbaik, putih telur menghaluskan dan memutihkan kulit, sedangkan kuning telur sebagai salah satu sumber vitamin B-kompleks membantu perkembangan otak.



Dengan begitu telur yang dijadikan penganan saat maulid secara sufistik ditinjau dari segi hakikat adalah sebagai lambang kelahiran dan dengan bentuknya telur yang bulat bermakna dunia tempat dilahirkan manusia dan tempat kehidupan mereka.

Maka kulit telur disimbolkan Iman, putih telur disimbolkan Islam dan kuning telur disimbolkan Ihsan, seperti halnya bahwa putih telur melambangkan kesucian dan keagungan, kuning telur melambangkan keemasan, dan warna yang lain seperti; merah, biru dan lain-lain yang dihiasi pada kulit telur saat maulid sebagai lambang kegembiraan. Maka dapat disimpulkan telur yang ditusuk saat maulid melambangkan bahwa Iman, Islam & Ihsan harus disatukan dan ditegakkan ke atas berdasar kalimat Allah swt.

Atau sama halnya dengan tarekat, hakikat dan makrifat yang tidak terpisahkan bagai telur yang ditusuk bambu melambangkan adanya kelurusan, kekuatan dan keteguhan layaknya pohon bambu yang tumbuh menjulang tinggi.


Maka dengan demikian maulid diharapkan memberikan makna kepada umat Islam untuk selalu teguh, lurus dan menjulang tinggi meneladani Nabi MUHAMMAD SAW sebagai manusia mulia & luhur.

Dan meneladani Nabi MUHAMMAD SAW karena adanya al-Mahabbah salah satu maqam sebagai tingkatan terminal tertinggi dalam dunia tasawuf. Dan bagi yang mencapai maqam ini sebagai indikator kecintaannya kepada Allah SWT, yakni cinta sejati, itulah cinta Tuhan kepada hamba-Nya dan hamba-Nya pun mencintai-Nya sebagai mana dalam QS. al-Baqarah (2: 165) dan QS. al-Maidah (5: 54).

Oleh karena itu, agar cinta tidak bertepuk sebelah tangan, maka seorang hamba dianjurkan pula untuk mencintai Nabi MUHAMMAD SAW sebagai yang telah ditegaskan dalam QS. Ali lmran (3: 31).

Maka cinta seorang muslim kepada nabinya, haruslah tumbuh mekar dan bersemi dalam hati, sehingga harus selalu disirami agar hatinya bercahaya, yang dalam perspektif tasawuf itulah Nur Muhammad, refleksi cahaya kenabian menyinari seluruh alam, rahmatan lil alamin dan salah satu upaya yang sepatutnya dilakukan adalah melestarikan syiar Maulid Nabi SAW.

Demikianlah Yang dapat Bang Jun sampaikan, semoga bermanfaat. Minta maaf dan minta ridho, jika ada salah kata mohon untuk dikoreksi.


Khalid bin Walid sahabat Nabi. Rayakan Maulid karena cinta kepada Nabi.

Akhir kata, Wassalamu'alaikum wr wb.
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

3 Komentar

  1. Baru tahu. Terima kasih infonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang sekali ketika blog pribadi saya dikunjungi blogger senior.. :)

      Hapus
  2. Tradisi budaya jangan dihilangkan,,,selama itu baik wajib dilestarikan,,salam nusantara

    BalasHapus

Silahkan meninggalkan pertanyaan, kritik, dan saran.