Situs Majalah Historia | Generasi Muda Indonesia Harus Berhati-hati dengan Majalah Satu Ini - Blog Pak Yogi

Situs Majalah Historia | Generasi Muda Indonesia Harus Berhati-hati dengan Majalah Satu Ini

https://www.munawirsuprayogi.com/2018/12/situs-majalah-historia-generasi-muda-indonesia-harus-berhati-hati-dengan-situs-satu-ini.html
Berawal dari sebuah Facebook yang selalu menemani penulis melepas lelah setelah menjalani rutinitas sebagai tenaga pendidik di sekolah. Jari-jemari saya pun mulai memindahkan layar hp, naik dan turun membaca status teman-teman penulis di Facebook yang sangat menghibur. Tanpa disengaja terlintas halaman bersponsor Facebook milik majalah Historia yang berjudul “Mitos 350 Tahun Penjajah” Tak ada sejengkalpun wilayah Nusantara dijajah Belanda sampai tiga setengah abad.

Tercengang dan sedikit kaget dengan judul tersebut. Tidak lama-lama penulispun langsung masuk ke halaman Facebook milik majalah Historia. Sedikit agak lucu sih, ternyata banyak audien yang memberi komentar negativ terhadap judul artikel “Mitos 350 Tahun Penjajah” Tak ada sejengkalpun wilayah Nusantara dijajah Belanda sampai tiga stengah abad dari majalah Historia.

Lalu penulis melanjutkan untuk masuk ke situs tersebut untuk membaca keseluruhan isi artikel. Benar dugaan penulis sebelumnya, bahwa kesimpulan isi artikel adalah tidak mengakui bahwa Negara Belanda melakukan penjaj*han di Indonesia.

Situs Majalah Historia | Generasi Muda Indonesia Harus Berhati-hati dengan Majalah Satu Ini. Bagaimana mungkin sejarah yang sebenarnya bahwa Belanda yang sudah melakukan penjaj*han di Indonesia selama ±350 tahun dikatakan tidak sama sekali melakukan penjaj*han di Indonesia. Hal tersebut adalah bukti penyelewengan sejarah selama ini yang dilakukan orang-orang belanda masa kini.

Selama penjaj*h Belanda berada di Indonesia sudah banyak melakukan kehatan, seperti tanam paksa, kerja rodi, pemerkos*an, dan bahkan genosida atau pembantaian terhadap satu kelompok atau suku dalam jumlah yang banyak.

Kita tahu bahwasannya penjaj*h Belanda selama menjajah Indonesia menggunakan politik adu domba. Mereka selalu mengadu domba kerajaan-kerajaan yang ada di bumi Nusantara sehingga terjadi pertikaian satu sama lain. Banyak rakyat Indonesia yang terkena hasutan Kolonial Belanda, tak jarang juga penjaj*h Belanda selalu mengiming-ngimingi uang kepada orang-orang Indonesia yang mendukung rencana bus*knya di masa itu.



Tak hanya orang-orang Indonesia yang diberi imbalan berupa kehidupan yang layak jika membantu penjaj*h Belanda. Kolonial Belanda juga memperdayakan orang-orang asing untuk datang ke Indonesia untuk membantu agresinya seperti contoh orang dari Afrika. Ya, tentunya sekali lagi dengan janji kehidupan yang layak atau iming-iming uang.

Mengenai artikel majalah Historia tersebut, kami selaku generasi muda Indonesia sangat menyayangkan sikap penjaj*h Belanda dimasa kini yang tidak mengakui masalalunya sebagai penjaj*h. Sebenarnya kami selaku generasi muda Indonesia sangat welcome terhadap bangsa-bangsa asing untuk datang ke negeri kami. Kami tidak begitu mengungkit-ungkit masa lalu, dulu yang menjaj*h nenek moyang kami kan orang-orang Belanda dulu, bukan orang-orang Belanda sekarangkan. Tapi, kalian sebagai keturunan Belanda ya jangan berusaha menyelewengkan sejarah lah.. capek tau.. ☺ lebih baik kalian sebagai keturunan Belanda mengakui kesalahan saja. Bukannkah mengakui kesalahan itu adalah sifat kesatria.. ☺

Situs Majalah Historia | Generasi Muda Indonesia Harus Berhati-hati dengan Majalah Satu Ini. Situs ini dinaungi PT. Global Visi Media dengan Direktur Utamanya Frandy Wirajaya, Pemimpin Redaksi Bonnie Triyana, Redaktur Pelaksana Budi Setiyono, Redaktur Eksekutif Adhitya Maheswara, Redaktur Hendri F. Isnaeni, MF Mukthi, Hendi Jo, Sekretaris Redaksi Faraya Maulida, Reporter Aryono, Martin Sitompul, Risa Herdahita Putri, Randy Wirayudha, Nur Janti, Hendaru Tri Hanggoro, Videografer/Layouter Iwan Kurniawan, Dimas Duto Nugroho, Designer Gun Gun Gunadi, Distribusi & Promosi Miftahudin, Kontributor Aboeprijadi Santoso (Amsterdam - Belanda), Aris (Pontianak - Kalbar), Devi Fitria (Duesseldorf - Jerman), Eko Rusdianto (Makassar), Fandy Hutari (Jakarta), Mira Renata (Jakarta), Novi Basuki (Cina), Reiner Lesprenger (Berlin - Jerman), Rukardi (Semarang - Jawa Tengah), Yose Hendra (Padang - Sumatra Barat).

Tidak hanya artikel yang berjudul “Mitos 350 Tahun Penjajah” Tak ada sejengkalpun wilayah Nusantara dijajah Belanda sampai tiga stengah abad. Ternyata artikel-artikel lain milik situs majalah Historia banyak yang ngawur dalam membahas sejarah Indonesia. Sekali lagi memang situs ini (majalah Historia) dibuat untuk menyelewengkan sejarah Indonesia.

Ada banyak label atau kategori yang ada di situs majalah Historia, yang mana semua label artikel isinya selalu menyudutkan pribumi dan mengunggulkan orang asing. Tak jarang pula ada artikel yang isinya membandingkan antara tokoh yang satu dengan tokoh yang lainnya, ya seperti pendahulu mereka yaitu penjaja*h Belanda yang selalu menggunakan politik adu domba.

Bahaya jika situs majalah ini dibaca oleh generasi muda yang masih labil dan tidak kenal sejarah Indonesia yang sebenarnya.

Lalu mengapa situs majalah Historia berani dan lantang menyebarkan artikel-artikel yang ngawur dan terkesan menyelewengkan sejarah ?. Ya, karena mereka berpedoman dengan prinsip kebebasan berpendapat dan kemerdekaan pers yang dipayungi UUD 1945 dan HAM dari PBB.

Ya memang benar, semua orang bebas berpendapat dan mempunyai hak untuk menyuarakan pendapat-pendapatnya. Namun, ketika pendapat-pendapat tersebut menyesatkan dan bisa membahayakan hayalak ramai, maka sudah selayaknya pendapat-pendapat tersebut dihentikan. Bukankah pada UUD 1945 berisikan kalimat “maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan”…?

Satulagi yang harus kita ketahui
 mengenai isi artikel yang berada di situs majalah Historia yang terkesan ngawur dan menyesatkan. Bahwasannya situs ini tidak bertanggungjawab jika ada sesuatu hal yang berakibat buruk kepada pembacanya. Kita bisa melihat pada halaman “Syarat dan Ketentuan” situs ini (majalah Historia).~~~Miris ya…☺

Lalu apa saja kiat-kiat kita sebagai generasi muda Indonesia supaya tidak terpengaruh oleh artikel-artikel sejarah ngawur yang berada di situs majalah Historia ?. Berikut kiat-kiatnya ;

  1. Belajar sejarah dengan sumber-sumber terpercaya seperti buku yang digunakan di sekolah-sekolah.
  2. Banyak-banyak bertanya kepada kedua orang tua, kakek, eyang, kakung mengenai sejarah Indonesia.
  3. Jangan mudah percaya dengan situs, web, atau blog yang membahas sejarah, karena sebenarnya tujuan mereka cuma menarik pengunjung.
  4. Jangan menggunakan sumber sejarah yang berasal dari luar negeri. 
  5. Selalu berdiskusi dengan teman, sahabat, saudara tentang sejarah Indonesia. 
Generasi muda, masa depan Negeri ini di tangan kalian.
DMCA.com Protection Status

Posting Komentar

0 Komentar